Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Tertekan Dolar AS, Rupiah Dinilai Tetap Terjaga

Trio Hamdani , Jurnalis-Rabu, 28 Desember 2016 |00:16 WIB
Tertekan Dolar AS, Rupiah Dinilai Tetap Terjaga
Ilustrasi: (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Menjelang tutup tahun biasanya permintaan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) di Indonesia akan mengalami peningkatan. Pasalnya banyak pihak yang memerlukan dolar di akhir tahun.

Misalnya untuk pembayaran utang-utang perusahaan yang harus dibayar dengan dolar AS. Selain itu banyak masyarakat yang membutuhkan dolar AS untuk pergi ke luar negeri.

Jika tak dipersiapkan dengan baik, hal itu dapat menyebabkan pelemahan terhadap mata uang rupiah. Namun Analis Mandiri Reni Putri menyatakan bahwa negara sudah mengantisipasinya.

Menurut dia cadangan devisa negara masih cukup baik untuk menjaga kondisi rupiah agar tidak mengalami pelemahan terhadap mata uang dolar akibat tingginya permintaan akan dolar AS di akhir tahun.

"Jika kita lihat posisi cadangan devisa kita juga masih tinggi, dana usaha untuk menjaga stabilitas rupiah juga masih terjaga sampai saat ini," katanya dihubungi Okezone di Jakarta.

Permintaan dolar AS di akhir tahun 2016 ini yang mengalami peningkatan, tentunya tetap memberikan efek terhadap keuangan Indonesia. Namun Reni mengatakan dampakya tidak akan terlalu besar. Mengingat ekonomi Indonesia di tahun depan diperkirakan akan lebih kuat ketimbang 2016.

"Kalau kita sendiri sih melihatnya tidak akan terlalu signifikan ya dampaknya karena kalo kita lihat kita kan masih cukup kuat kan kalo proyeksi pertumbuhan ekonomi ke depan itu juga masih akan lebih baik dengan tahun ini," lanjutnya.

Sehingga, dirinya optimistis bahwa dengan meningkatnya permintaan dolar AS di akhir tahun tidak akan membuat Rupiah terkoreksi melemah. Dia meyakini hingga akhir tahun rupiah masih akan tetap di angka Rp13.300 per USD.

(Fakhri Rezy)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement