Share

6 Rumah Amfibi Bebas Banjir

Dhera Arizona Pratiwi, Jurnalis · Senin 16 Januari 2017 07:38 WIB
https: img.okezone.com content 2017 01 13 470 1591240 6-rumah-amfibi-bebas-banjir-LLz41sN1Mn.jpg Foto: inhabitat

NEW YORK - Bangunan yang terletak di kawasan banjir memang acap kali membuat pusing sang pemilik rumah. Namun, kejadian itu tidak harus terjadi jika Anda menggunakan teknik konstruksi yang tepat.

Strategi yang paling dasar untuk menghindari naiknya air adalah meninggikan bangunan. Jenis pertahanan dari banjir ini otomatis mampu melawan banjir. Kita bahkan dapat melihatnya diterapkan di rumah-rumah yang berada di kawasan rawan banjir.

Untuk melihat lebih dekat pada struktur adaptif, berikut enam rumah amfibi yang mampu mengapung di atas permukaan air, sebagaimana dilansir dari laman Inhabitat, Senin (16/1/2017).

1. Amphibious House oleh Baca Architects

Baca Architects merancang Amphibious House, sebuah rumah tahan banjir yang menyajikan pemandangan pantai nan indah tanpa kekhawatiran akan terjangan air. Terletak di tepi Sungai Thames, kota Buckinghamshire di Marlow, rumah mewah ini merupakan rumah amfibi pertama di Inggris. Bangunan bertumpu pada fondasi terpisah yang memungkinkan bangunan mengapung ke atas pada tonggak ketika Sungai Thames meluap. Rumah bisa mengapung setinggi 2,5 meter.

2. FLOAT House oleh Morphosis

Rumah bersertifikat LEED Platinum ini dirancang oleh Morphosis untuk Make it Right Foundation milik Brad Pitt di Lower Ninth Ward, New Orleans. Rumah 945 meter persegi (m2) ini menawarkan solusi untuk daerah rawan banjir di seluruh dunia. Rumah dibangun dengan bahan prefabrikasi terbuat dari polystyrene foam dilapisi kaca yang diperkuat serat beton cukup ringan yang bisa berfungsi sebagai rakit ketika air meluap.

3. Bamboo homes oleh H&P Architects

Rumah amfibi juga bisa dipatok dengan terjangkau, sebagaimana dibuktikan dalam desain H&P Architects ini dalam bentuk rumah bambu di Asia Tenggara. Terbuat dari bambu lokal, rumah jerami yang dibangun di atas platform dibangun dari drum minyak daur ulang. Ini berfungsi sebagai pelampung dan memungkinkan banjir untuk mengapungkan rumah.

4. Maasbommel’s Amphibious Homes oleh Waterstudio and Dura Vermeer

Tidak mengherankan bahwa Belanda adalah rumah bagi arsitektur amfibi. Sebab, tanahnya banyak yang berada di kawasan dataran rendah. Perusahaan asal Belanda, Waterstudio dan Dura Vermeer merampungkan contoh perumahan amfibi terkenal di Maasbommel, daerah dekat Sungai Maas. Meskipun rumah berdiri di dasar sungai, arsitektur dirancang sedemikian rupa sehingga rumah dan pondasi bisa mengapung ketika banjir. Listrik dan saluran pembuangan tetap utuh berkat pipa fleksibel.

5. Amphibious Container oleh Green Container International Aid

Pada 2010, hujan deras menyebabkan banjir besar di Pakistan. Sekitar seperlima dari total luas lahan negara terendam banjir dan 20 juta orang terkena dampaknya secara langsung. Dalam upaya untuk memberikan bantuan, Green Container International Aid merancang Amphibi Container, sebuah tempat penampungan darurat yang terbuat dari kontainer pengiriman, pallet kayu, dan ban yang dapat melepaskan diri dari tanah dan mengapung saat banjir.

6. The Greenhouse That Grows Legs oleh Between Art and Technology Studio

Between Art and Technology Studio memutuskan untuk mengambil pendekatan yang berbeda dalam desain mereka dari struktur tahan banjir. Alih-alih membiarkan air mendorong struktur ke atas, Greenhouse That Grows Legs menggunakan sistem mengangkat hidrolik yang dapat meninggikan bangunan 800 milimeter dari tanah. Pemilik rumah dapat memindahkan bangunan melalui remote control.

(rzk)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini