Image

Atasi Persoalan Pangan, Arsitek Ini Rancang Gedung Vertikal untuk Bertani

Trio Hamdani, Jurnalis · Selasa 18 April 2017, 00:29 WIB
https img okeinfo net content 2017 04 17 470 1669485 atasi persoalan pangan arsitek ini rancang gedung vertikal untuk bertani qFXhP8z9uV jpg Foto: Inhabitat

JAKARTA - Pangan telah menjadi persoalan serius yang menjadi perhatian dunia. Lonjakan populasi manusia membuat kebutuhan akan pangan semakin meningkat. Oleh karenanya, ketersediaan pangan sangat penting untuk selalu dijaga.

Untuk menjaga tersedianya pasokan pangan tentunya kesejahteraan para petani tak dapat dikesampingkan. Faktanya kebanyakan petani masih hidup di bawah garis kemiskinan. Namun, beberapa Perancang bangunan bernama Pawel Lipiński dan Mateusz Frankowski nampaknya memiliki perhatian lebih terhadap petani.

Arsitektur bangunan tersebut, mengusulkan pembangunan gedung vertikal sebagai sarana dan prasarana untuk para petani sebagai bentuk dari “revolusi hijau” untuk petani kecil miskin. Bangunan tersebut diberi nama Mashambas Skyscraper. Rencananya bangunan tersebut akan didirikan di daerah pedesaan di sub-Sahara Afrika.

Bangunan tersebut sesuai konsep rancangannya akan dijadikan sebagai pusat pendidikan untuk menanam tanaman, tempat memasarkan produksi hasil pertanian, serta pelatihan mengenai teknik pertanian.

“Mashambas adalah pusat pendidikan yang dapat berpindah tempat, yang dihadirkan di daerah termiskin di benua ini,” tulis para desainer. Tempat ini menyediakan pendidikan, pelatihan tentang teknik pertanian, pupuk murah, dan alat-alat modern, juga menciptakan area perdagangan lokal yang memaksimalkan keuntungan dari penjualan panen," kata perancang konsep bangunan tersebut, seperti dilansir inhabitat, Selasa (18/4/2017).

Bangunan yang diusulkan akan didirikan di Afrika itu, mengingat faktor kesejahteraan, khususnya para petani di sana masih sangat mengkhawatirkan. Angka kemiskinannya pun terbilang tinggi dibandingkan dengan negara-negara lain. Bahkan disebutkan, 40% dari total populasi di sub-Sahara Afrika hidup dalam kemiskinan yang absolut.

Pawel Lipiński dan Mateusz Frankowski melihat sejumlah tantangan untuk mengubah keadaan pertanian di Afrika. Di antaranya, infrastruktur yang buruk, pasar yang terbatas, pemerintah yang lemah, dan perang saudara yang terjadi.

Banguanan yang disusun secara vertikal dan memiliki lapisan-lapisan ruang yang masing-masingnya memiliki fungsi berbeda. Lantai dasar digunakan sebagai pasar, gudang, alat drone, dan ruang kelas. Sementara di bagian lantai atas digunakan untuk area pertanian.

Ilmuwan memperkirakan total populasi penduduk di dunia akan menyentuh angka 9 miliar jiwa di tahun 2050. Hal itu menjadi peringatan bahwa persoalan pangan menjadi hal yang sangat serius. Namun, lahan subur di Afrika dinilai mampu menyediakan pasokan pangan untuk seluruh dunia.

(rzk)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini