Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kontrak Berjangka Surat Utang Negara Jadi Pilihan Masuk ke Obligasi

Rizkie Fauzian , Jurnalis-Selasa, 09 Mei 2017 |12:56 WIB
Kontrak Berjangka Surat Utang Negara Jadi Pilihan Masuk ke Obligasi
Foto: Antara
A
A
A

JAKARTA - Bursa Efek Indonesia (BEI) baru saja meluncurkan Kontrak Berjangka Surat Utang Negara (KBSUN) atau Indonesia Government Bond Futures yang merupakan instrumen investasi. Untuk implementasi tahap awal, aset dasar yang akan digunakan adalah SUN dengan seri acuan (benchmark) 5 tahun dan SUN dengan seri acuan 10 tahun.

Kepala Unit Pengembangan Produk Aswin Adhinugrahanto mengatakan, alasan penggunaan dua seri tersebut karena yang paling banyak diperdagangkan dan juga paling likuid.

"Rencana kita, setelah lima dan 10 kita akan sasar yang lain, targetnya kita memang susah menyebut angka, karena dari sisi partisipasi belum maksimal, kita harapkan banking juga bisa bertransaksi nantinya," jelasnya di IDX Chanel, Selasa (9/5/2017).

Aswin menambahkan, dengan adanya KBSUN, investor juga diharapkan memiliki banyak pilihan dalam investasi, terutama yang ingin masuk ke obligasi. Seperti diketahui, memasuki obligasi setidaknya harus memiliki dana Rp1 miliar hingga Rp2 miliar.

"Investor yang tidak bisa masuk obligasi, bisa melalui ini. Dengan adanya ini jauh lebih murah, kita pakai margin 1-2%, jadi kalau Rp1 miliar, Rp10 juta, sampai Rp20 juta sudah bisa masuk," jelasnya.

Seperti diketahui, saat ini nilai outstanding surat utang yang tercatat di BEI per 31 Maret 2017 mencapai Rp2.216 triliun, yang terdiri dari 85,33% surat berharga negara dan 14,62% obligasi korporasi.

Seiring dengan berkembangnya pasar obligasi atau surat utang di Indonesia, perbankan, reksadana, investor institusional, dana pensiun, dan perusahaan asuransi menanggung porsi besar dari risiko tingkat suku bunga atas investasi mereka di obligasi atau surat utang.

"Mereka dapat menggunakan KBSUN untuk menaikkan atau menurunkan total modified duration pada portofolio karena pergerakan paralel suku bunga akan memiliki dampak yang kecil terhadap nilai portofolio," jelas Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI Alpino Kianjaya.

(Rizkie Fauzian)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement