JAKARTA - Hari ini, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan mengadakan pertemuan dengan perwakilan masyarakat adat Papua di Kementerian ESDM. Dalam pertemuan hadir, Ketua Lembaga Musyawarah Adat Suku Amungme (LEMASA) Odizeus Beanal dan Perwakilan Dewan Adat Mamta Fibiolla Ohei serta Perwakilan Dewan Adat Papua Wilayah Meepago John Gobai.
Kedatangannya menemui Jonan untuk memberikan apresiasi mengenai perundingan yang dilakukan bersama Freeport. Sehingga Pemerintah saat ini memiliki sebesar 51% saham di PT Freeport Indonesia (PTFI).
Baca juga: Temui Menteri Jonan, Masyarakat Papua Minta Jatah di Saham Freeport
Dalam Pertemuan yang berlangsung selama 30 menit tersebut, perwakilan masyarakat adat dan Jonan membahas mengenai bahwa dari 51% divestasi saham PT Freeport Indonesia, sekitar 5% hingga 10% akan menjadi milik Pemerintah Provinsi Papua dan Pemerintah Kabupaten Timika.
"Untuk masyarakat adat memang harus ada perhatian. Saran saya, Bapak (perwakilan masyarakat adat) menulis surat atau bicara di dalam forum, nanti kami fasilitasi semua. Mungkin 5%-10% itu sebagian untuk masyarakat adat. Itu kalau menurut saya, nanti saya juga bicara," ungkap Jonan melalui keterangan tertulis, Jakarta, Senin (4/9/2017).
Baca juga: Menteri Rini Targetkan Divestasi Saham Freeport Bisa Selesai Akhir 2018
Namun, Menteri Jonan mengatakan itu hanyalah menurut pendapatnya. Tapi untuk selanjutnya akan dilakukan pembahasan terlebih dahulu dengan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno karena perundingan divestasi saham dilakukan dengan Menteri Rini dan bukan dirinya.
"Untuk 51% kapan untuk diambil alih, terus harganya berapa, siapa dapat apa, nanti kita akan fasilitasi tetapi yang memimpin setelah ini Menteri BUMN," tukasnya.
(Fakhri Rezy)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.