Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Skandal Data Facebook, Komisi Perdagangan AS Segera Investigasi

INews.id , Jurnalis-Rabu, 21 Maret 2018 |14:04 WIB
Skandal Data Facebook, Komisi Perdagangan AS Segera Investigasi
Foto: Reuters
A
A
A

JAKARTA – Komisi Perdagangan Federal Amerika Serikat (FTC) yang mengawasi perlindungan konsumen dan persaingan usaha, melakukan investigasi terhadap Facebook terkait skandal penyalahgunaan data 50 juta pengguna.

Dilansir AFP pada Rabu (21/3/2018), investigasi tersebut menambah tekanan bagi perusahaan raksasa media sosial ini yang tengah menghadapi kasus serupa lewat pemanggilan dari Parlemen Inggris dan Komisi Eropa untuk penyelidikan. Selain itu, sejumlah anggota Kongres AS juga menyerukan untuk menghadirkan Mark Zuckerberg, Pendiri Facebook di parlemen.

Baca Juga : Kekayaan Bos Facebook Berkurang Rp123,82 Triliun Dalam 2 Hari

Facebook terjerat skandal penyalahgunaan data setelah perusahaan konsultan politik asal Inggris, Cambridge Analytica menggunakan data pengguna Facebook untuk kepentingan politik. Presiden Donald Trump menjadi klien dari konsultan tersebut untuk pemenangan pemilu presiden AS tahun 2016.

Dalam investigasi bersama yang dilakukan oleh The New York Times dan Britain Observer, Cambridge Analytica mampu membuat profil psikologi menggunakan 50 juta data pengguna Facebook melalui aplikasi yang bisa memprediksi karakter seseorang. Tujuannya untuk memprediksi perilaku individu pemilih AS. Aplikasi tersebut sudah diunduh oleh sekitar 270 ribu pengguna.

Baca Juga : Australia Bakal Investigasi Facebook dan Google, Kasus Apa?

FTC tengah menyelidiki apakah proses pemindahan data dari Facebook kepada Cambridge Analytica melanggar ketentuan privasi yang sudah disepakati bahwa data pribadi tidak boleh dibagikan kepada pihak lagi. Dalam investigasi awal, FTC dilaporkan melanggar ketentuan tersebut dan berpotensi mendapatkan denda USD40.000 untuk setiap pelanggaran.

Saham Facebook kembali turun 2,6% pada perdagangan Selasa (20/3/2018) setelah anjlok 6,8% pada hari sebelumnya saat berita skandal data tersebut muncul.

Rahmat Fiansyah

(feb)

(Rani Hardjanti)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement