nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Presiden Jokowi Soroti Anggaran Riset Rp24,9 Triliun: Itu Gede Banget

ant, Jurnalis · Senin 09 April 2018 17:56 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 04 09 20 1884252 presiden-jokowi-soroti-anggaran-riset-rp24-9-triliun-itu-gede-banget-6YMkFTFGfy.jpg Foto: Presiden Jokowi Pimpin Sidang Kabinet Paripurna (Antara)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo menyoroti anggaran riset yang kurang efektif dan belum berdampak besar untuk kemajuan Indonesia. Hal ini disampaikan saat memimpin rapat sidang kabinet paripurna membahas APBN 2019 di Istana Negara.

"Kemudian mengenai penelitian, riset, hampir di semua kementerian ada, ada balitbang (badan penelitian dan pengembangan), setelah kita lihat kalau dikumpulkan anggarannya juga gede banget, Rp24,9 triliun. Coba gede banget, kalau tidak dikumpulkan tidak kelihatan, begitu dikumpulkan kelihatan," ungkap Presiden, Jakarta, Senin (9/4/2018).

Dia pun meminta agar kementerian dan lembaga menyusun anggaran berdasarkan strategi besar.

"Ini bisa didesain ada strategi besarnya yang mau diteliti apa golnya apa, misalnya urusan durian sebelum penelitian seperti ini, setelah keluar sekian miliar, duriannya jadi seperti ini, jadi jelas bukan penelitian untuk peneliti, apa hasilnya Rp24,9 triliun?" tambah Presiden.

Dia pun sekali lagi meminta agar mata anggaran harus diprioritaskan dan berfokus untuk hal-hal strategis.

Sebelumnya, Jokowi meminta agar para menteri dan kepala lembaga tidak mengecer anggaran dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2019.

"Agar anggaran ini tidak kita ecer-ecer, tidak kita bagi-bagi. Kita ingin fokus mengarah dan hasilnya benar-benar menetas," kata Presiden.

Sidang kabinet paripurna yang dihadiri oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla dan para menteri Kabinet Kerja membahas dua hal yaitu mengenai ketersediaan anggaran untuk pagu indikatif 2019 dan prioritas nasional tahun 2019.

Menurut Presiden Joko Widodo, APBN 2019 akan fokus kepada pembangunan Sumber Daya Manusia. Dua bidang yang disorot Presiden adalah promosi serta penelitian dan pengembangan (litbang).

"Saya berikan contoh, misalnya, pameran/promosi itu anggarannya di 17 kementerian kalau dikumpulkan di satu wadah badan kementerian, kita bisa bikin pameran yang bagus-bagus, membuat brand yang bagus untuk negara ini," ungkap Presiden.

Sayangnya saat ini, anggaran promosi di 17 kementerian itu diecer sehingga tidak kelihatan dampaknya untuk membawa brand Indonesia.

"Kalau diecer-ecer jadi kecil-kecil di 17 kementerian, kita mau buat pameran yang gede juga tidak bisa, cuma pameran kecil. Kita ikut di Dubai, di Shanghai, di Amerika, pameran hanya 1-2 stan di dekat toilet untuk apa? Malah menurunkan brand negara kita. Kalau dikumpulkan duitnya gede sekali," jelas Presiden.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini