nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Menko Luhut: Meski Ngontrak, Jangan Berpikir Anakmu Tak Berpeluang Jadi Presiden

Rani Hardjanti, Jurnalis · Jum'at 08 Maret 2019 17:02 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 03 08 20 2027486 menko-luhut-meski-ngontrak-jangan-berpikir-anakmu-tak-berpeluang-jadi-presiden-Km2oFPuPUd.jpg Menko Maritim Luhut B Panjaitan. (Foto: Facebook)

JAKARTA - Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan memberikan sebuah wejangan bagi para orangtua untuk tidak berkecil hati mengenai masa depan anaknya. Menko Luhut berasumsi himpitan ekonomi tidak membuat kesempatan anak-anak untuk memiliki masa depan yang gemilang.

Apa yang dikatakan oleh Menko Luhut, bukan isapan jempol belaka. pasalanya, hal itu disarikan dari kisah Presiden Joko Widodo. Menurutnya, dahulu Presiden Jokowi pernah merasakan hidup dengan berpindah-pindah kontrakan karena tidak memiliki rumah tinggal.

Hal itu diutarakan oleh Menko Luhut dalam tulisan di sosial media Facebook miliknya, yang diposting Jumat (8/3/2019). Berikut ini postingan selengkapnya.

Pak Jokowi pernah merasakan kemiskinan. Pada masa kecilnya sempat tinggal di bantaran sungai, lalu harus berpindah-pindah kontrakan karena tidak punya rumah. Bagi saya kisah ini justru merupakan bukti bahwa orang susah sekalipun bisa jadi Presiden Republik Indonesia.

Baca Juga : Menko Luhut Soroti Generasi Kuntet dan Sampah

Maka kepada para orang tua, jangan pernah berkecil hati. Jangan berpikir tidak punya peluang anakmu bisa menjadi Bupati, Gubernur, Menteri, atau bahkan Presiden.

Mungkin sekarang rasanya mustahil, tapi suatu hari nanti bisa jadi giliran anakmu menjadi pejabat tinggi. Yang penting kerja keras seperti keluarga Pak Jokowi.

Inilah pesan yang saya titipkan kepada masyarakat Pekanbaru, serta Kabupaten Kuantan Sangigi, dan Kabupaten Indragiri Hilir di Riau pada Minggu dan Senin lalu.

Di 2 kabupaten itu sedang ada pembagian 5.405 dan 18.000 sertifikat tanah tanpa biaya kepada masyarakat sebagai bagian program nasional membagikan 9 juta sertifikat tanah. Dengan demikian sudah ada kepastian hukum sehingga harta mereka tidak bisa diganggu.

Selama kunjungan saya menerima banyak aspirasi untuk membangun kemaritiman di daerah. Ada permohonan pemda untuk memajukan sektor wisata, membangun bandara udara dan pelabuhan, mendukung potensi daerah penghasil karet, sawit, minyak, kelapa, dan mendorong budidaya kepiting dan udang galah karena luasnya mangrove di sana.

Baca Juga : Cerita Menko Luhut soal Bisnis Kain Ulos yang Dibayangi Tauke

Semua ini bagi saya adalah wujud konsep membangun Indonesia dari pinggiran. Karena menuju satu titik saja perlu 6-7 jam berkendara darat dari Pekanbaru.

Ketika ditanya media di sana mengenai politik, saya mempersilakan masyarakat di sana untuk memilih dengan hati nurani. Yang penting jangan berangkat dari hati yang penuh kebencian dan kebohongan. Jangan rusak Indonesia kita yang sudah semakin bagus ini.

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini