nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Cadangan Devisa Naik, Kepercayaan Investor Asing Masih Tinggi

Koran SINDO, Jurnalis · Senin 11 Maret 2019 10:23 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 03 11 20 2028307 cadangan-devisa-naik-kepercayaan-investor-asing-masih-tinggi-aAOHQWxPsa.jpg Ilustrasi: Shutterstock

JAKARTA – Posisi cadangan devisa (cadev) Indonesia pada akhir Februari 2019 mencapai USD123,3 miliar. Ini menunjukkan kepercayaan investor asing pada ekonomi Indonesia masih tetap tinggi.

Kepala Ekonom BNI Ryan Kiryanto mengatakan, posisi cadev tersebut akan semakin memperkuat kemampuan Indonesia dalam memenuhi kewajiban luar negerinya. “Seperti pemenuhan impor plus pembayaran kewajiban utang luar negeri pemerintah, setidaknya untuk tujuh bulan ke depan atau jauh di atas ambang batas yang hanya tiga bulan,” katanya, kemarin. Dengan kondisi makroekonomi domestik relatif stabil dan inflasi rendah, posisi cadev itu bisa meningkatkan kepercayaan pasar terhadap rupiah.

Baca Juga: Cadangan Devisa Indonesia Naik Jadi USD123,2 Miliar, Bos BI: Untuk Stabilkan Rupiah

Dengan demikian, nilai kurs rupiah terhadap dolar AS bisa menguat di kisaran Rp13.900-Rp14.150 pada Minggu ini. “Apalagi The Fed mungkin tidak agresif lagi menaikkan suku bunga Fed Fund Rate (FFR) sehingga potensi penguatan rupiah makin membesar,” ungkap dia. Direktur Riset Center of Reform on Economics (Core) Indonesia Pieter Abdullah Redjalam menilai, kenaikan cadev terjadi karena pemerintah menerbitkan obligasi global, sementara di sisi lain rupiah cenderung stabil di tengah derasnya arus modal asing yang masuk. “Kembali meningkatnya cadev di awal tahun ini akan menambah confident BI dalam menjaga nilai tukar selama tahun 2019,” katanya.

Sementara itu, Direktur Departemen Komunikasi Bank Indonesia(BI) JunantoHer dia wan menuturkan, peningkatan cadev tersebut di pengaruhi oleh penerbitan sukuk global pemerintah, penerimaan devisa migas, dan penerimaan va las lainnya. Ada pun posisi cadev itu setara dengan pembiayaan 6,9 bulan impor atau 6,7 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar tiga bulan impor.

grafik

“BI menilai cadev tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan,” ungkap Iwan. Ke depan, BI memandang cadev tetap memadai didukung keyakinan terhadap stabilitas dan prospek perekonomian domestik yang tetap baik serta kinerja ekspor tetap positif. Sebelumnya diberitakan kucuran dana asing yang masuk ke Indonesia hingga bulan ketiga tahun 2019 tercatat mencapai sekitar Rp59,9 triliun. BI memantau mayoritas da na asing masuk melalui Surat Berharga Negara (SBN) dan ada juga di saham.

“Jumlah year to date modal asing capai Rp59,9 triliun dan ini lebih besar dibandingkan tahun lalu. Ditambah saat itu modal asingnya keluar,” ujar Gubernur BI Perry Warjiyo. Diterangkannya, pada periode sama tahun lalu, yakni dari Januari hingga 6 Maret, itu terjadi aliran dana keluar atau outflow sebesar Rp9,9 triliun. Akan tetapi, Perry mengatakan pada tahun ini sekarang inflow. Rinciannya dana yang masuk ke SBN sebesar Rp50,2 triliun dan saham serta pasar modal sebesar Rp10,5 triliun. Hal ini membawa pengaruh positif pada kondisi ketahanan ekonomi Indonesia yakni menambah cadangan devisa (cadev).

Menurut Perry, kenaikan cadev yang tinggi menjadi USD123,3 miliar menjadi kabar baik bisa digunakan untuk membayar utang luar negeri, pembayaran impor, atau bahkan lakukan stabilisasi nilai tukar rupiah.

(Kunthi Fahmar Sandy)

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini