nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Wall Street Tergelincir Imbas Anjloknya Saham Boeing hingga 11%

Feby Novalius, Jurnalis · Senin 11 Maret 2019 21:52 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 03 11 278 2028667 wall-street-tergelincir-imbas-anjloknya-saham-boeing-hingga-11-aya67iGLnk.jpg Boeing (Foto: Koran Sindo)

NEW YORK - Bursa saham Amerika Serikat (AS), Wall Street dibuka melemah tajam karena kecelakaan pesawat Boeing membuat anjloknya perusahaan penerbangan ini. Saham Boeing turun 11% setelah kecelakaan 737 MAX yang kedua.

Melansir Reuters, Senin (11/3/2019), indeks Dow Jones Industrial dibuka melemah tajam pada hari Senin setelah kecelakaan pesawat di Ethiopia. Hal ini menyebabkan jatuhnya saham Boeing Co dan membatasi kenaikan di pasar yang lebih luas.

Dow Jones Industrial Average turun 242,24 poin, atau 0,95% pada pembukaan menjadi 25.208,00. S&P 500 dibuka lebih tinggi dengan 4,54 poin, atau 0,17% pada level 2.747,61 dan Nasdaq Composite naik 34,42 poin atau 0,46% menjadi 7.442,56 pada bel pembukaan.

Baca Juga: Wall Street Melemah Tertekan Data Pekerjaan AS

Saham Boeing Co turun 11% pada awal perdagangan, setelah China, Indonesia dan Ethiopia memerintahkan maskapai untuk menghentikan pengoperasian pesawat Boeing 737 MAX 8. Hal ini imbas kecelakaan mematikan kedua yang melibatkan pesawat ini dalam lima bulan.

Bagi Boeing jelas penurunan saham ini terbesar dalam hampir dua dekade. Menghentikan lonjakan yang telah melihatnya tiga kali lipat dalam nilai hanya dalam tiga tahun ke rekor tertinggi USD446 minggu lalu.

Sebagai informasi, sebuah pesawat Boeing 737 MAX 8 di Nairobi yang dioperasikan oleh Ethiopian Airlines jatuh beberapa menit setelah lepas landas dari Addis Ababa pada hari Minggu. Kejadian ini menewaskan semua penumpang yang berjumlah 157 orang.

Model pesawat ini sama seperti yang diterbangkan oleh Lion Air. Di mana ketika itu jatuh di lepas pantai Indonesia pada Oktober 2018. Tercatat korban tewas189 orang yang berada di dalamnya.

Boeing mengatakan bahwa investigasi terhadap kecelakaan Ethiopian Airlines sedang dalam tahap awal dan tidak perlu mengeluarkan panduan baru untuk operator 737 MAX 8 pesawatnya berdasarkan informasi sejauh ini.

"Kami mengantisipasi volatilitas yang meningkat pada saham Boeing," kata Analis Morgan Stanley Rajeev Lalwani.

Baca Juga: Wall Street Anjlok Selama 4 Hari Berturut-turut

"Meskipun masih terlalu dini untuk menarik kesimpulan, mungkin ada kekhawatiran gangguan di sekitar keselamatan, produksi, landasan, dan atau biaya, yang semuanya harus dikelola jangka panjang," ujarnya.

Southwest Airlines Co yang berbasis di Dallas - operator terbesar dari MAX 8 turun 2% menjadi USD50,75 dalam perdagangan premarket, sementara American Airlines Group Inc yang memiliki 24 jet MAX 8 turun 1,1% menjadi USD31,55.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini