JAKARTA - "Memasuki halte Tosari, sekali lagi memasuki halte Tosari, bagi para penumpang yang akan turun atau transit. Hati-hati saat melangkah turun dan perhatikan barang bawaan Anda, terimakasih"
Kalimat tersebut tentu sangat akrab di telinga pengguna setia Bus Transjakarta. Setiap kali akan tiba di suatu halte, terdengar announcer bersuara wanita yang memperingatkan para penumpang yang akan bersiap untuk turun. Pengumuman itu merupakan suara dari Yuhyi Lestari, sang voice over yang dipercaya PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) untuk menemani perjalanan sehari-hari warga Ibu Kota.
Sejak terjun di dunia voice over pada tahun 2006, dirinya memang memiliki cita-cita agar suaranya bisa berguna bagi banyak orang. Mimpi itu tercapai tatkala Transjakarta akhirnya memilih dia untuk menjadi announcer di perjalanan Bus Transjakarta, mengalahkan beberapa pesaing lainnya.
"Aku selalu berdoa supaya suaraku bisa dipakai untuk banyak orang. Aku minta doa orangtua, supaya suaraku bisa bermanfaat," ujar Yuhyi kepada Okezone.
Sebelum mengawali karier sebagai voice over, wanita yang akan berusia 36 tahun pada 29 April mendatang, lebih dahulu menjadi reporter di sebuah stasiun televisi swasta sejak 2004-2008. Dirinya juga pernah menjadi penyiar radio selama menempuh pendidikan Strata 1 di Universitas Diponegoro.
Hingga akhirnya menikah pada tahun 2006 dan memiliki anak, Yuhyi berusaha mencari perkerjaan lain yang memiliki waktu banyak bersama keluarga. Maklum, profesi reporter menuntut banyak waktu, sehingga membuat ruang untuk bersama keluarga menjadi terbatas. Berbekal dari pengalamannya sebagai reporter TV dan penyiar radio, dia pun memilih untuk terjun ke dunia voice over profesional.
Mengawali karier baru sebagai voice over, Yuhyi pun mencari komunitas yang bisa mengembangkan kemampuan suaranya. Dia terus berlatih untuk menjadi voice over profesional, bahkan belajar 'memasarkan' suara dirinya. Ternyata media sosial menjadi wadah paling mumpuni untuk mempromosikan diri, di samping juga memanfaatkan kolega dari pekerjaan terdahulu dan kerabat.
"Bersama komunitas, kita sebar sampel ke audio post, dari situlah awalnya berjuang. Kemudian lewat Facebook mempromosikan diri sebagai voice over talent dengan memposting suara aku, juga menggunakan LinkedIn. Begitu acara aku me-marketing diri sendiri," kisahnya.
Pekerjaan pertamanya sebagai voice over, Yuhyi mendapatkan bayaran tak seberapa. Kala itu dia belum terlalu paham dengan bisnis di industri 'jual beli suara'. Namun dia tidak patah semangat, Yuhyi terus mengasah kemampuan.
Kini rejeki Ibu tiga orang anak itu terus mengalir, baik dari pemerintah, perusahaan kecil hingga perusahaan besar. "Ada juga yang iklan digital sama iklan tv, itu hampir sama nilai bayarannya, mereka sekali pesan bisa beberapa versi. Itu yang lumayan (nilai bayarannya)," jelas dia.
Yuhyi menilai, dirinya baru menjadi voice over profesional sejak 5 tahun terakhir. Tetapi suaranya pun kini tak hanya menghiasi aktivitas di Transjakarta, masyarakat dapat mendengarnya di berbagai iklan komersial di televisi, bahkan di beberapa iklan saat perhelatan akbar Asian Games 2018 lalu.Yuhyi merupakan satu dari banyaknya perempuan yang memperkaya diri dengan pengetahuan dan pengalaman, juga mengembangkan potensi dalam diri. Dia Kartini masa kini, yang menjunjung emansipasi wanita untuk memiliki wawasan yang luas dalam berkarya.
Sebagai Kartini masa kini, Yuhyi tak hanya mengejar kesuksesan dalam bekerja, tapi juga memainkan peran ganda sebagai seorang Ibu Tumah Tangga. Memang tak penuh waktu untuk bersama keluarga, tapi bukan berarti tak menenami buah hati dalam masa pertumbuhan mereka. Dirinya menekankan, yang terpenting adalah bisa membagi waktu antara berkarya dan keluarga.
"Kendala membagi waktu dengan keluarga pasti ada, seperti ketika sudah mau ujian sekolah anak tapi ada jadwal recording. Namun, itu bisa diatur sedemikian rupa. Misalnya anak-anak kita ajar belajar untuk tidak hanya malam menjelang ujian saja, tapi hari-hari sebelumnya juga," katanya.
Oleh sebab itu, dirinya menyakini perempuan pada era modern saat ini memiliki ruang yang luas untuk berkarya. Baik dengan mengikuti jejak kariernya sebagai voice over, maupun berwirausaha lewat media sosial atau e-commerce. Menurutnya, memanfaatkan teknologi di era digital akan membuat perempuan tetap bisa bersama keluarga.
"Saat anak-anak sekolah, kita bisa ambil waktu itu beberapa jam untuk cari peluang mengasah kemampuan kita, apa yang bisa dijual baik barang maupun jasa. Pada masa ini akan lebih mudah, cukup mengakses lewat gadget. Jadi peluang-peluang bagi Ibu rumah tangga menjadi selfemployee dan berwirausaha itu terbuka lebar," jelas dia.
Kendati demikian, Yuhyi menilai tak ada yang salah jika perempuan memilih untuk menjadi Ibu Rumah Tangga penuh waktu, hal itu juga dipandang baik olehnya. Tetapi berkaca dari pengalaman, menurutnya jika memang perempuan memiliki kegemaran atau kemampuan yang bisa mendapatkan nilai lebih, akan lebih baik jika potensi itu dimanfaatkan.
"Jadi profesional Ibu Rumah Tangga itu bagus, tapi kalau punya kegemaran atau punya kemampuan untuk bisa dijual dan dimanfaatkan sehingga berguna bagi orang lain, aku rasa lebih baik lagi," kata dia.
Jadi, bagaimana? Apakah pembaca berminat menjadi Yuhyi yang berkarier namun tetap membagi waktu dengan keluarga? Atau berminat untuk menjadi voice over? Anda bisa belajar melalui videonya, lihat saja di internet, dengan kata kunci 'Yuhyi Lestari' video berlatar belakang suaranya akan mudah ditemui. Anda bisa menikmati suara indahnya.
(Rani Hardjanti)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.