Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

IPO, Eastparc Hotel Incar Dana Rp59,83 Miliar

IPO, Eastparc Hotel Incar Dana Rp59,83 Miliar
Ilustrasi: Shutterstock
A
A
A

JAKARTA – Bila tidak ada aral melintang, pasca libur Lebaran PT Eastparc Hotel berencana mencatatkan saham perdananya di pasar modal lewat penawaran umum saham perdana atau initial public offering (IPO). Emiten bidang perhotelan ini menawarkan saham IPO Rp125--145 per saham. Lewat aksi korporasi tersebut, perseroan membidik dana segar sebesar sekitar Rp51,57 miliar-Rp59,83 miliar.

Head of Investment UOB Kay Hian John Octavianus, sebagai penjamin efek emisi mengatakan, perseroan akan menawarkan sebanyak-banyaknya 412,63 juta saham atau sekitar 10% dari modal ditempat dan disetorkan penuh setelah penawaran umum.”Bookbuilding 29 Mei-20 Juni 2019 harga Rp125--145 per saham," ujarnya dilansir dari Harian Neraca, Senin (10/6/2019).

Baca Juga: IPO, Indonesian Tobacco Incar Dana Rp63 Miliar

Selain itu, calon emiten perhotelan ini akan menerbitkan waran seri 1 sebanyak-banyaknya 412,53 juta atau sebesar 11,11% dari jumlah modal yang ditempatkan dan disetor penuh. Adapun rasion waran seri satu yakni 1:1. Rencananya perusahaan akan resmi tercatat di bursa pada tanggal 5 Juli 2019 mendatang.

Saat ini, perusahaan memiliki modal dasar sebanyak 13,6 miliar saham dengan nilai nominal Rp680 miliar. Sedangkan untuk modal ditempatkan dan disetor, Eastparc memiliki 3,71 juta lembar saham dengan nominal mencapai Rp185, 68 miliar saham. Dengan begitu total saham perusahaan sebanyak 9,88 miliar saham dengan nilai mencapai Rp494 miliar saham. Khalid Bin Omar Abdat tercatat sebagai pemilik Eastparc dengan jumlah saham terbesar. Total kepemilikan sahamnya sebesar 40,61% dari total modal ditempatkan dan disetor penuh. Jumlah itu setara dengan 1,67 miliar saham atau nominalnya sekitar Rp83, 77 miliar.

Dalam prospektusnya, rencananya pemilik lain Eastparc yaitu Gusti Sabah Binte akan melakukan penawaran terbatas atas 412, 63 juta sahamnya kepada pihak-pihak tertentu. Dengan begitu maka total kepemilikan saham publik akan bertambah menjadi 825, 27 juta. Perseroan mengungkapkan, nantinya dana yang dihimpun lewat IPO akan digunakan untuk melakukan ekspansi. Eastparc berencana akan membangun satu unit hotel baru bernama Eastparc Express di Yogyakarta, sebuah hotel bintang empat yang akan dibangun di atas tanah seluas 1.210 meter persegi (m2) dengan luas bangunan mencapai 9.509 m2.

IHSG Ditutup Menguat 76,4 Poin Hari Ini 

Nantinya, hotel yang akan dibangun itu diproyeksikan akan memiliki 150 kamar. Rp115 miliar adalah jumlah yang diperkirakan dibutuhkan oleh perusahaan untuk mengeksekusi rencana tersebut. Pertumbuhan kunjungan wisata di Daerah Istimwa Yogyakarta yang berangsur naik dari tahun ke tahun dilihat sebagai peluang oleh Eastparc. Per 2017, jumlah wisatawan di Yogyakarta mencapai 5,1 juta baik domestik maupun mancanegara. Jumlah itu tumbuh 14,94%.

Saat ini Eastparc memiliki satu hotel bintang lima yang berlokasi di Yogyakarta. Hotel itu disebut memiliki 189 kamar dengan masing-masing kelas. Perusahaan mengklaim, per Desember 2018 lalu tingkat rerata okupansi kamar di hotel Eastparc mencapai 76,4%. Jumlah itu naik dari tahun-tahun sebelumnya dimana tahun 2017 total okupansinya sebesar 71,41% dan di tahun 2016 total okupansinya mencapai 65,16%.

Selain itu, Eastparc juga memiliki 20 ruang pertemuan MICE (meeting, incentive, convention, and exhibiton). Jumlah ruang itu diklaim terbanyak di DIY-Jawa Tengah.

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement