nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ketika Sri Mulyani Dituduh Ratu Utang

Dani Jumadil Akhir, Jurnalis · Kamis 13 Juni 2019 07:29 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 06 12 20 2065726 ketika-sri-mulyani-dituduh-ratu-utang-kYGMIW1qgo.jpg Menteri Keuangan Sri Mulyani (Foto: Okezone)

JAKARTA - Permasalahan utang kembali dibahas dan Menteri Keuangan Sri Mulyani pun 'masih' jadi korban soal utang. Sri Mulyani curhat dirinya dituduh sebagai ratu utang.

Padahal, menurut Sri Mulyani utang salah satu instrumen yang dibutuhkan dalam menyusun Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Utang juga diperlukan untuk menutupi defisit anggaran.

Hal itu dinyatakan Sri Mulyani untuk menjawab pernyataan salah satu anggota DPR RI yang mengeluhkan anggaran untuk ruang kerja lebih besar dan pembangunan infrastruktur di daerah pemilihannya. Menurutnya, DPR memang mewakili suara rakyat dan memiliki hak anggaran, namun itu sudah tersusun dalam APBN.

"Nanti akan terkena konsekuensi. Utangnya akan makin tinggi, itu saya yang selalu dituduh sama masyarakat disebut ratu utang. Padahal ini adalah konsekuensi dari yang kita sebutkan tadi, dan kebijakan fiskal adalah pemerintah yang mengajukan ke DPR, kemudian kita bersama bahas dan dibentuk menjadi UU APBN, di situlah semua sudah terwadahi," kata Sri Mulyani.

Hingga akhir April 2019 Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat utang pemerintah pusat mencapai Rp4.528 triliun. Angka tersebut meningkat 8,3% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp4.180 triliun.

Baca Selengkapnya: Dijuluki Ratu Utang, Begini Curhatan Sri Mulyani

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini