nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Wall Street Melemah Jelang Pertemuan The Fed

Sabtu 15 Juni 2019 09:03 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 06 15 278 2066717 wall-street-melemah-jelang-pertemuan-the-fed-ws6ygb92Lk.jpg Bursa saham Wall Street ditutup melemah (Foto: Ilustrasi Shutterstock)

JAKARTA - Saham-saham di Wall Street lebih rendah pada akhir perdagangan 14 Juni 2019, karena investor berhati-hati menjelang pertemuan Federal Reserve (Fed) minggu depan, sementara peringatan dari Broadcom tentang melemahnya permintaan global membebani para pembuat chip dan menambah kekhawatiran perdagangan Amerika Serikat dan China.

Indeks Dow Jones Industrial Average turun 17,16 poin atau 0,07%, menjadi berakhir di 26.089,61 poin. Indeks S&P 500 kehilangan 4,66 poin atau 0,16%, menjadi ditutup di 2.886,98 poin. Indeks Komposit Nasdaq berakhir 40,47 poin atau 0,52% lebih rendah, menjadi 7.796,66 poin, dilansir dari Antaranews, Sabtu (15/6/2019).

Baca Juga: Wall Street Naik Imbas Konflik di Teluk Oman

Saham Broadcom Inc jatuh 5,6% setelah memangkas proyeksi pendapatan setahun penuh sebesar dua miliar dolar AS, menyalahkan konflik perdagangan AS dan China dan pembatasan ekspor pada Huawei Technologies Co Ltd.

Perusahaan-perusahaan chip lainnya, yang merupakan sumber produk dan menjual banyak di China, turun tajam. Indeks Philadelphia Semiconductor jatuh 2,6%. Investor bersiap untuk pertemuan The Fed minggu depan mengingat ekspektasi pasar baru-baru ini bahwa bank sentral AS itu dapat memangkas suku bunga sebanyak tiga kali tahun ini.

Banteng Wall Street, Salah Satu Ikon Terpopuler Kota New York 

Indeks S&P 500 sejauh ini telah naik 4,9% pada Juni dan mencatatkan kenaikan mingguan kedua berturut-turut, sebagian besar karena harapan penurunan suku bunga. Ketiga indeks utama membukukan keuntungan untuk minggu ini: Dow naik 0,4% S&P 500 naik 0,5% dan Nasdaq bertambah 0,7%.

Volume transaksi di bursa AS mencapai 5,85 miliar saham, dibandingkan dengan rata-rata 6,83 miliar untuk sesi penuh selama 20 hari perdagangan terakhir. Demikian laporan yang dikutip dari Reuters.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini