nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Wall Street Dibuka Menguat Ditopang Kenaikan Saham Facebook

Feby Novalius, Jurnalis · Selasa 18 Juni 2019 21:17 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 06 18 278 2068044 wall-street-dibuka-menguat-ditopang-kenaikan-saham-facebook-DI1GneageN.jpg Foto Wall Street (Ilustrasi: Okezone)

NEW YORK - Bursa saham Amerika Serikat (AS), Wall Street meningkat pada perdagangan Selasa waktu setempat. Hal tersebut didukung oleh sikap akomodatif Bank Sentral Sentral Eropa terhadap kebijakan The Fed.

Melansir Reuters, pertemuan Bank sentral AS diperkirakan akan menghasilkan keputusan untuk mempertahankan suku bunga acuannya. Akan tetapi keputusan tersebut akan dilihat secara luas, bahwa The Fed akan melakukan penurunan suku bunga di akhir tahun ini.

Keputusan The Fed juga sebagai respons atas dampak perang dagang antara AS dan China. Selain itu, sikap terhadap Presiden Donald Trump yang meminta penurunan suku bunga karena data ekonomi yang lebih lemah pada kebijakan moneter.

Baca Juga: Sinyal Kuat The Fed Turunkan Suku Bunga, Wall Street Menguat

Dow Jones Industrial Average naik 116,35 poin, atau 0,45%, pada pembukaan menjadi 26.228,88. S&P 500 dibuka lebih tinggi sebesar 17,04 poin, atau 0,59%, pada 2.906,71. Nasdaq Composite naik 75,95 poin, atau 0,97%, menjadi 7.920,98 pada bel pembukaan.

Investor juga bersiap untuk KTT Kelompok 20 pada akhir bulan, yang dapat menghasilkan kemajuan dalam menyelesaikan perang dagang yang berkepanjangan antara Amerika Serikat dan China.

Baca Juga: Wall Street Menguat Menanti Hasil Pertemuan The Fed

Adapun pergerakan saham yang mengalami volatile besar seperti Facebook, Apple, Amazon, Microsoft dan Netflix ditetapkan untuk memperpanjang keuntungan. Facebook Inc naik 1,5% setelah mengungkapkan rencana untuk meluncurkan mata uang digital bernama Libra.

General Electric naik tipis 0,6% karena perusahaan patungan konglomerat industri CFM International menerima pesanan untuk mesin jet senilai USD2 miliar pada harga daftar, sehari setelah maskapai penerbangan India IndiGo memesan USD20 miliar untuk mesin CFM.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini