nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Menteri Basuki Tambal Jalan Rusak dengan Teknologi TCM, Apa Itu?

Giri Hartomo, Jurnalis · Senin 27 Januari 2020 12:46 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2020 01 27 320 2158850 menteri-basuki-tambal-jalan-rusak-dengan-teknologi-tcm-apa-itu-yuinekN69d.jpg Ilustrasi Aspal (Okezone)

JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengembangkan Teknologi Tambalan Cepat Mantap (TCM). Teknologi ini dikembangkan untuk mengatasi permasalahan jalan rusak pada musim hujan ini.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan, pada musim penghujan, dengan intensitas curah hujan ekstrim potensi jalan berlubang meningkat mengingat sifat air sebagai pelarut. Salah satunya adalah bisa melarutkan material penyusun jalan seperti aspal, kerikil, dan agregat.

 Baca juga: 177,9 Ton Karet untuk Mengaspal 65 Km Jalan, Apa Kelebihannya?

Menurut Basuki, hal ini harus bisa diselesaikan dengan cepat, mengingat mengingat jalan berlubang dapat menyebabkan kemacetan hingga kecelakaan lalu lintas. Oleh karena itu, dirinya mendorong para peneliti yang bertugas di Balitbang Kementerian PUPR untuk menghasilkan produk riset yang dapat diterapkan dalam mendukung kebijakan pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur di Indonesia.

“Untuk mampu bersaing dalam konteks global, produk hasil penelitian Balitbang PUPR harus lebih murah, lebih cepat, dan lebih baik kualitasnya. Hasil penelitian harus dapat digunakan utamanya oleh Kementerian PUPR,” ujarnya mengutip dari halaman Kementerian PUPR, Senin (27/1/2020).

 Baca juga: Menteri Basuki Beli Karet untuk Aspal Jalan

TCM dikembangkan oleh Pusat Litbang Jalan dan Jembatan (Pusjatan) dan pertama kali dikenalkan ke publik pada Desember 2014. TCM merupakan bahan campuran aspal panas (hot mix asphalt) dengan campuran aspal dingin (cold mix asphalt) yang telah dicampur dengan aditif dan dikemas secara pabrikasi.

Penggunaan TCM sangat mudah, setelah kemasan dibuka bisa langsung dihampar dan dipadatkan dengan beban lalu lintas atau pemadat ringan (hand stamper). Waktu perbaikan jalan hanya memakan waktu kurang lebih satu jam.

Penggunaan TCM tidak menemui kendala dengan temperatur pemadatan dan dapat digunakan untuk ruas jalan dengan lalu lintas berat serta dapat langsung open traffic. Untuk pemadatan dengan roda kendaraan bisa digunakan untuk lubang yang kedalamannya tidak lebih dari 40 cm.

Penggunaan TCM dapat mengurangi tingkat kerusakan jalan secara cepat sehingga dapat mengurangi kemacetan lalu lintas akibat lubang dan proses perbaikan, termasuk mengurangi tingkat kecelakaan dan memberi kenyamanan pada pengguna jalan.

Jalan yang diperbaiki dengan TCM juga memiliki daya tahan lebih kuat. Jika menggunakan bahan tambalan aspal biasa, kerusakan jalan akan kembali terjadi antara satu minggu hingga satu bulan. Namun dengan teknologi tambalan cepat mantap, kondisi perkerasan jalan masih bagus sampai dengan satu tahun walaupun dilalui beban lalu lintas berat.

Saat ini TCM telah diterapkan di antaranya di ruas Jalan Cirebon - Losari di Jawa Barat, Ruas Jalan Cikopo, Ruas Jalan Tol Jagorawi, dan Ruas Jalan Profesor Eykman di Bandung, Jawa Barat.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini