nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

RI Sudah Kucurkan Rp158 Triliun Lawan Virus Corona, Ini Rinciannya

Taufik Fajar, Jurnalis · Kamis 26 Maret 2020 13:47 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 03 26 20 2189287 ri-sudah-kucurkan-rp158-triliun-lawan-virus-corona-ini-rinciannya-y8Vu5zfDIG.jpg Virus Corona (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Pemerintah mencatat telah sudah mengeluarkan dana sekitar Rp158,2 triliun selama virus corona (Covid-19) masuk ke Indonesia. Dana itu untuk menanggulangi dan menangani penyebaran virus corona.

Hal itu disampaikan oleh Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono pada telekonferensi di Gedung BNPB Jakarta.

Menurutnya dana tersebut berasal dari stimulus I dan II. Serta pelebaran defisit anggaran menjadi 2,5% atau meningkat 0,8% dari yang sebelumnya di APBN 2020.

"Kami (pemerintah) terus dampingi seluruh komponen supaya mampu bangkit dan selesaikan masalah ekonomi. Dan kami sudah menerbitkan beberapa kali kebijakan stimulus ekonomi," ujar dia, Kamis (26/3/2020).

Dia menjelaskan dana yang sebesar Rp158,2 triliun, dari stimulus I sebesar Rp10,3 triliun. Di mana untuk stimulus I telah diumumkan pemerintah pada 25 Februari tahun ini, ada sekitar delapan kebijak untuk menghentikan dampak virus corona.

"Delapan kebijakan itu adalah tambahan manfaat kartu sembako, diskon liburan, insentif maskapai dan agen perjalanan, insentif bebas pajak hotel dan restoran, serta kompensasinya ke pemerintah daerah (Pemda), hingga tambahan subsidi bunga dan uang muka (DP) rumah untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR)," ungkap dia.

Kemudian, lanjut dia, dana Rp158,2 triliun berasal dari stimulus II yang diumumkan pada 13 Maret tahun ini. Pihaknya memberikan keringanan pajak dan kebijakan kelancaran ekspor dan impor khususnya bagi produk-produk yang terdampak virus corona. Anggaran itu sebesar Rp22,9 triliun.

"Jadi, apabila dirinci kembali, dana sebesar Rp158,2 triliun yang disediakan pemerintah untuk menanggulangi virus corona berasal dari insentif yang mencapai Rp33,2 triliun dan pelebaran defisit APBN sebesar 0,8% menjadi 2,5% dari PDB sebesar Rp125 triliun," ujarnya.

(dni)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini