Share

Harga Minyak Dunia Anjlok, di Bawah USD20/Barel

Taufik Fajar, Okezone · Kamis 16 April 2020 07:56 WIB
https: img.okezone.com content 2020 04 16 278 2199912 harga-minyak-dunia-anjlok-di-bawah-usd20-barel-BcarI2UH6K.jpg Harga Minyak Anjlok. (Foto: Okezone.com/Reuters)

NEW YORK - Harga minyak mentah kian merosot, bahkan minyak AS turun ke level terendah dalam 18 tahun terakhir. Brent kehilangan lebih dari 6% pada perdagangan Rabu, setelah Amerika Serikat melaporkan bahwa stok minyak meningkat dalam catatan.

Data ekonomi yang suram melemahkan sentimen positif dari perjanjian akhir pekan antara produsen minyak global yang akan memoton produksi minyak. Dengan demikian memperjelas bahwa pengurangan pasokan tidak akan cukup untuk mencegah penyimpanan mengisi dan meninggalkan banyak barel terdampar.

Baca Juga: Harga Minyak Anjlok Lagi, WTI Dibanderol USD20,1/Barel

"Kami memiliki cadangan minyak mentah dalam sistem secara epik. Ini mungkin salah satu yang paling bearish, jika bukan laporan paling gelap yang pernah saya lihat," kata Sorang Mitra Again Capital di New York John Kilduff, dilansir dari Reuters, Kamis (16/5/2020).

Minyak mentah Brent LCOc1 ditutup turun USD1,91 atau 6,45% ke USD27,69 per barel. Minyak mentah West Texas Intermediate AS CLc1 turun 24 sen atau 1,19% ke USD19,87 per barel. WTI pun mencatatkan penutupan terendah sejak Februari 2002.

Baca Juga: Kesepakatan OPEC Pangkas Produksi Tak Buat Harga Minyak Naik

Administrasi Informasi Energi AS mengatakan, stok minyak mentah di Amerika Serikat melonjak 19 juta barel pekan lalu, sementara pabrik penyulingan memangkas penggunaan kapasitas ke level terendah sejak 2008 karena anjloknya permintaan yang disebabkan oleh upaya untuk menekan penyebaran virus corona.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut Bersama Lifebuoy dan MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Laporan inventaris Badan Energi Internasional (IEA) memperkirakan permintaan minyak akan turun 29 juta barel per hari pada April ke level yang tidak terlihat dalam 25 tahun. Dinyatakan juga bahwa tidak ada pengurangan produksi yang dapat sepenuhnya mengimbangi penurunan jangka pendek yang dihadapi pasar.

Di mana sebelumnya, Organisasi Negara Pengekspor Minyak, bersama dengan Rusia dan produsen lainnya sepakat akan memotong 9,7 juta barel per hari.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini