JAKARTA - Kementerian Pertanian (Kementan), meminta kontribusi dan peran dari para petani milenial maupun pelaku usaha yang berkecimpung dalam start up pertanian untuk ikut membantu memecahkan masalah disparitas harga pangan.
Hal itu disampaikan oleh Sekretaris Jenderal Kementan Momon Rusmono pada telekonfrensi hari ini. Menurutnya, persoalan disparitas kerap terjadi dan mengganggu stabilitas supply dan demand suatu komoditas pangan.
Baca juga BKPM : Investasi di Luar Jawa Meningkat 19,3 Persen
"Saat ini banyak terjadi kasus tingginya disparitas harga antara di hulu dan hilir. Dengan kata lain, produksi bisa dicapai dalam volume besar namun harga di pasar tetap tinggi," ujar dia, Rabu (22/4/2020).

Pihaknya ingin semua pihak jaga keseimbangan supply demand supaya stabilisasi harga terjaga. Banyak kasus, di mana produksi melimpah tapi harga naik.
Baca Juga: Jokowi Tekankan 3 Hal untuk Selamatkan Sektor Riil di Tengah Wabah Corona
"Contohnya terjadi pada bawang merah. Harga di tingkat produsen, seperti di sentra Brebes, Jawa Tengah misalnya masih sekitar Rp26-28 ribu per kilogram. Namun, harga di Jakarta mencapai Rp52 ribu per kilogram," ungkap dia.
Kemudian, lanjut dia, komoditas lain yakni daging ayam, harga di tingkat peternak mandiri anjlok hingga Rp10 ribu per kilogram. "Namun ayam karkas di pasar tradisional masih dihargai lebih dari Rp30 ribu per kilogram," tandas dia. (kmj)
(Kurniasih Miftakhul Jannah)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.