Ini Rekomendasi Bappenas untuk Pembangunan Jakarta 2021

Taufik Fajar, Jurnalis · Kamis 23 April 2020 19:45 WIB
https: img.okezone.com content 2020 04 23 320 2203908 ini-rekomendasi-bappenas-untuk-pembangunan-jakarta-2021-X6ulWZAGG1.jpg Bappenas Rekomendasi Pembangunan Jakarta. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) merekomendasikan beberapa kebijakan untuk Jakarta 2021. Yakni pembangunan dan penataan transportasi massal.

Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa mengatakan, Mass Rapid Transit (MRT) dinilai salah satu cara ampuh untuk mengurangi kemacetan dan polusi yang diakibatkan pemakaian kendaraan pribadi.

“DKI Jakarta sendiri termasuk salah satu prioritas enam kota metropolitan untuk penyediaan pembangunan umum angkutan massal perkotaan. Ke depan, Jakarta diharapkan dapat meningkatkan pelayanan dalam menyediakan transportasi metropolitan,” ungkap Suharso, dalam keterangannya, Kamis (23/4/2020).

Baca Juga: RI Jadi Tuan Rumah Partnering for Green Growth and the Global Goals pada 2022

Selain transportasi, rekomendasi kedua yang harus segera diselesaikan adalah penanganan banjir. Pada awal 2020, banjir di DKI Jakarta dan Jawa Barat telah mengakibatkan lebih dari 60 korban jiwa dengan kerugian material Rp960 miliar.

Untuk itu, Suharso mengatakan penanganan banjir harus dilakukan menyeluruh, baik di hilir maupun di hulu, dengan melibatkan kerja sama dengan wilayah satelit di sekitar DKI Jakarta. Rekomendasi lainnya adalah penguatan ketahanan dan kesiapan sistem jaminan kesehatan daerah, penataan permukiman kumuh, dan penyediaan air bersih serta sanitasi yang layak.

Dengan potensi yang dimiliki saat ini, perekonomian DKI Jakarta ditargetkan dapat tumbuh 4,77%–5,65% di 2021. Suharso berharap pemulihan ekonomi DKI Jakarta juga dapat dilakukan dengan cepat, mengingat DKI Jakarta merupakan salah satu tulang punggung ekonomi nasional.

Pertumbuhan ekonomi ini akan diiringi dengan penyediaan lapangan kerja baru sehingga tingkat pengangguran dapat menurun pada kisaran 8,1% dan tingkat kemiskinan turun menjadi 3,5%.

Selain itu, Indeks Pembangunan Manusia diharapkan meningkat menjadi 82,53 serta tingkat kesenjangan antar kelompok turun hingga level 0,33.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini