JAKARTA - Bank Indonesia diperkirakan akan menurunkan kembali suku bunga acuannya sebesar 25 basis poin. Sehingga kini suku bunga acuan atau BI Rate akan berada pada level 4,25%.
Kepala Ekonom Bank Permata Joshua Pardede mengatakan, Bank Indonesia diperkirkan akan menurunkan suku bunga acuan lagi. Apalagi, BI masih memiliki cukup ruang untuk bisa menurunkan BI Rate.
"Pada RDG bulan Mei, BI diperkirakan akan memangkas BI7RR sebesar 25bps ke level 4,25% mempertimbangkan beberapa indikator makroekonomi," ujarnya mengutip keterangan tertulis, Selasa (19/5/2020).
Baca juga: Gubernur BI Sebut Masih Ada Ruang Penurunan Suku Bunga Acuan
Menurut Joshua, ada beberapa penyebab mengapa BI diprediksi akan menurunkan suku bunga acuan lagi. Pertama adalah karena rendahnya angka inflasi yang diperkirakan akan berada di kisaran 3% pada akhir tahun nanti.
"Terkendalinya inflasi tahun 2020 ini dipengaruhi oleh dampak negatif dari Covid 19 terhadap perekonomian di mana potensi perlambatan ekonomi domestik termasuk penurunan laju konsumsi rumah tangga sehingga akan membatasi tekanan demand pull inflation," jelasnya.
Lalu faktor lainnya adalah terkendalinya nilai tukar rupiah. Kemudian ya ketiga adalah sebagai relaksasi untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi, yang mana pada kuartal I-2020 lalu anjlok dan berada di bawah prediksi pemerintah dan juga Bank Indonesia.
Baca juga: BI Punya Ruang Turunkan Suku Bunga Acuan
"Penurunan daya beli masyarakat yang terindikasi dari rendahnya inflasi dari sisi permintaan, perlu direspons dengan penurunan suku bunga acuan BI sehingga dapat mendukung proses pemulihan ekonomi Indonesia pasca pandemi COVID-19. Kombinasi pelonggaran kebijakan moneter yang dikombinasikan dengan respons kebijakan fiskal melalui 3 paket stimulus kebijakan diperkirakan akan dapat menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional," jelasnya.
Sementara itu, Kepala Ekonom BNI Ryan Kiryanto mengatakan BI memang memiliki peluang untuk menurunkan suku bunga acuannya menjadi 4,25%. rendahnya inflasi dan stabilnya nilai tukar rupiah menjadi salah satu faktor pendorong BI untuk menurunkan suku bunga acuannya.
Hal ini juga dilakukan untuk memberikan stimulus kepada para investor untuk menaruh uangnya.
"Saya masih mixed feeling antara BI sebaiknya turunkan BI Rate 25 bps menjadi 4,25% karena inflasi rendah sekali jauh di bawah 3%, Rupiah sudah relatif menguat dan stabil serta juga untuk menstimulasi pemilik dana untuk berinvestasi dan re-investasi supaya kegiatan ekonomi bergairah," ucapnya.
Namun dirinya juga memiliki pendapat jika BI mungkin untuk menahan suku bunga acuannya di level 4,5%. Ketidakpastian mengenai pandemi COVID-19 bisa menjadi pemicu untuk BI menahan bunga acuan yang saat ini 4,5%
"Namun saya juga condong BI menahan BI Rate tetap di level 4,5% lantaran relaksasi kebijakan BI (moneter, makroprudensial dan baurannya) termasuk quantitative easing (QE) BI sebesar Rp508 triliun mulai bergulir untuk mendorong kegiatan sektor riil dan perbankan," jelasnya.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.