Pemulihan Ekonomi Gegara Corona hingga 2021, Sri Mulyani: Tugas Berat

Fadel Prayoga, Jurnalis · Selasa 16 Juni 2020 10:17 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 16 320 2230768 pemulihan-ekonomi-gegara-corona-hingga-2021-sri-mulyani-tugas-berat-ThFtXAACPG.png Sri Mulyani (Foto: Instagram Sri Mulyani)

JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani menyatakan, peran dan sinergi dengan Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) dalam pengawasan anggaran Covid-19 serta pemulihan ekonomi sangat penting.

"Karena pandemi Covid-19 telah mempengaruhi sendi-sendi ekonomi, maka tugas berat menangani Covid-19 dan pemulihan ekonomi masih akan terus berlangsung di 2021 sebagaimana tercermin di dalam proses menyusun RAPBN 2021," kata Sri Mulyani seperti dikutip akun Instagram resmi Sri Mulyani, Jakarta, Selasa (16/5/2020).

Baca Juga: Pulihkan Ekonomi, Jokowi Tak Main-Main dengan Anggaran Covid-19 Rp677 Triliun

Sri Mulyani berharap APIP dapat memberikan feedback yang cepat, guna penyempurnaan desain pelaksanaan kebijakan dalam rangka pemulihan ekonomi.

"Kehadiran APIP dapat memberikan keyakinan apakah Pemerintah telah melaksanakan tata kelola, manajemen risiko, dan ketaataan terhadap ketentuan yang berlaku atau governance-risk-complience/GRC secara baik dan proporsional," kata Sri Mulyani.

Baca Juga: Presiden Jokowi Minta KPK Pelototi Anggaran Corona Rp677 Triliun 

Sri Mulyani pun meminta masukan mengenai sberapa penting peran pengawasan di dalam mengawal penanganan pandemi Covid-19 dan pemulihan ekonomi.

Sebelumnya, di dalam Rapat Koordinasi Nasional Pengawasan Intern Pemerintah 2020 dengan tema Kolaborasi dan Sinergi APIP, Pemerintah Eksternal, dan APH dalam rangka Pengawasan Percepatan Penanganan Pandemi Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), Presiden Joko Widodo mengajak seluruh pengawas dan APH untuk mengawal dan mengawasi dengan baik proses penanganan pandemi agar dana Rp677,2 triliun yang telah dialokasikan untuk percepatan penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional dapat secara tepat dan cepat membantu masyarakat dan para pelaku usaha yang sedang mengalami kesulitan.

(dni.-)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini