Ancaman Resesi, Sri Mulyani Kesulitan Susun Kebijakan Ekonomi 2020

Rina Anggraeni, Jurnalis · Jum'at 18 September 2020 16:59 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 18 320 2280051 ancaman-resesi-sri-mulyani-kesulitan-susun-kebijakan-ekonomi-2020-EJLCrWrePq.jpg Sri Mulyani (Foto: Okezone)

JAKARTA - Pandemi covid-19 ini membuat kebijakan ekonomi Indonesia sangat sulit untuk diterapkan.

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengaku dalam menyusun kebijakan ekonomi dalam menghadapi covid-19 sangat sulit.

Apalagi, di kuartal kedua Indonesia sudah mengalami pertumbuhan ekonomi yang cukup dalam yakni minus 5,32%. Ekonomi Indonesia di ambang resesi jika kuartal III-2020 kembali minus.

"Dalam mendesain kebijakan fiskal di tahun 2020 sangat sulit karena masih adanya ketidakpastian yang dibayangi covid-19," ujar Menkeu dalam diskusi virtual, Jumat (18/9/2020).

Kata dia, pemulihan ekonomi Indonesia tidak bisa dilakukan jika covid-19 masih ada. Adapun kebijakan ekonomi yang dibuat tidak akan berguna jika belum bisa mengatasi pandemi covid-19.

"Kebijakan ekonomi masih tidak akan berguna jika covid-19 belum bisa diatasi," jelasnya.

Dia menambahkan dengan adanya pandemi covid-19 ini bakal membuat defisit ekonomi akan melebar. Hal ini lebih parah dibandingkan krisis ekonomi yang terjadi pada 1998.

"Defisit akan melebar yang mana kita pernah mengalaminya di tahun 1998. Jadi kita butuh kebijakan luar biasa dalam menghadapi virus covid-19," jelasnya.

 

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini