Harga Minyak Anjlok Lebih dari 2% Gegara Lonjakan Kasus Corona

Giri Hartomo, Jurnalis · Sabtu 14 November 2020 07:23 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 14 320 2309400 harga-minyak-anjlok-lebih-dari-2-gegara-lonjakan-kasus-corona-XycBXeFvtZ.jpg Harga minyak (Foto: Ilustrasi Shutterstock)

JAKARTA - Harga minyak dunia turun lebih dari 2% pada perdagangan Jumat waktu setempat (Sabtu pagi WIB) tertekan kelebihan produksi minyak Libya dan kekhawatiran bahwa meningkatnya infeksi virus corona yang dapat memperlambat pemulihan ekonomi global dan permintaan bahan bakar.

Harga minyak mentah Brent turun 72 sen, atau 1,7% menjadi USD42,78 per barel. Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS turun 99 sen atau 2,4% menjadi USD40,13 per barel. Demikian seperti dilansir CNBC, Jakarta, Sabtu (14/11/2020).

Namun, harapan adanya vaksin Covid-19 membuat harga minyak mentah berjangka di jalurnya untuk kenaikan mingguan kedua berturut-turut. Untuk minggu ini, kedua harga minyak tersebut menuju kenaikan lebih dari 8%.

Tercatat, produksi minyak Libya telah meningkat menjadi 1,215 juta barel per hari (bph), sumber mengatakan minyak Libya naik dari 1,04 juta barel per hari yang dilaporkan pada 7 November oleh National Oil Corp.

 

Selain itu yang menekan harga minyak adalah data pemerintah AS menunjukkan persediaan minyak mentah naik 4,3 juta barel pekan lalu. Analis mengharapkan penarikan 913.000 barel.

“Intinya, beberapa faktor perasaan baik dari vaksin Pfizer telah hilang dan angka AMDAL yang mengecewakan telah menciptakan sedikit koreksi ke bawah,” kata head of commodity research at BNP Paribas Harry Tchilinguirian.

“Namun, OPEC + bersiap untuk menyesuaikan produksinya dan kami masih menunggu hasil uji coba vaksin lain yang mungkin lebih mudah didistribusikan karena tidak memerlukan penyimpanan dingin seperti itu," sambungnya.

Sementara itu, infeksi virus corona di Amerika Serikat dan di tempat lain berada pada tingkat rekor dan pengetatan pembatasan akan menyebabkan permintaan bahan bakar pulih lebih lambat dari yang diharapkan banyak orang.

Kontrak minyak WTI dan Brent melonjak minggu ini setelah data menunjukkan vaksin Covid-19 eksperimental sedang dikembangkan oleh Pfizer Inc dan BioNTech Jerman 90% efektif. Tetapi pada hari Kamis, Badan Energi Internasional (IEA) mengatakan permintaan minyak global tidak mungkin mendapatkan dorongan yang signifikan dari vaksin hingga tahun 2021.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini