Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

4 Fakta di Balik Vaksin Covid-19 Bikin Kuat Saham Farmasi

Giri Hartomo , Jurnalis-Senin, 14 Desember 2020 |06:22 WIB
      4 Fakta di Balik Vaksin Covid-19 Bikin Kuat Saham Farmasi
Saham Sektor Farmasi Menguat (Foto: Shutterstock)
A
A
A

JAKARTA - Sebanyak 1,2 juta dosis vaksin Covid-19 Sinovac asal China dalam bentuk jadi telah tiba pada Minggu 6 Desember 2020 pukul 21.30 WIB. Vaksin tersebut diangkut dengan pesawat Garuda Indonesia 777-300 ER rute Jakarta-Beijing-Jakarta.

Adapun kedatangan vaksin tersebut membuat sejumlah saham menguat signifikan pada pembukaan perdagangan hari ini, seperti dua emiten farmasi plat merah yaitu PT Indofarma Tbk (INAF) dan PT Kimia Farma Tbk (KAEF). Selain itu, perusahaan distributor alat kesehatan PT Itama Ranoraya Tbk (IRRA) juga mengalami peningkatan yang sama dengan kedua emiten farmasi tersebut.

Ada sejumlah fakta menarik dari kedatangan vaksin dan pengaruhnya kepada saham-saham farmasi di tanah air. Berikut faktanya yang sudah dirangkum Okezone, pada Senin (14/12/2020).

1. Saham Indofarma

Pada perdagangan Senin 7 Desember 2020, saham Indofarma naik Rp620 atau 18,29% ke Rp4.010. Frekuensi perdagangan saham INAF mencapai 1.574 kali dengan 5,70 juta lembar saham diperdagangkan dan nilai transaksi mencapai Rp21,77 miliar. Price Earning Ratio (PER) INAF 493,66 dan Market Cap Rp12,43 triliun.

 Baca Juga: Heboh PO Vaksin Covid-19, Ini Kata Bio Farma

2. Saham Kimia Farma

Pada perdagangan Senin 7 Desember 2020, saham Kimia Farma naik Rp630 atau 17,75% ke Rp4.180. Frekuensi perdagangan saham KAEF mencapai 3.946 kali dengan 20,18 juta lembar saham diperdagangkan dan nilai transaksi mencapai Rp80,02 miliar. Price Earning Ratio (PER) KAEF 468,09 dan Market Cap Rp23,22 triliun.

 


3. Saham Itama Ranoraya

Pada perdagangan Senin 7 Desember 2020, saham Itama Ranoraya naik Rp215 atau 18,61% ke Rp1.370. Frekuensi perdagangan saham IRRA mencapai 2.548 kali dengan 22,50 juta lembar saham diperdagangkan dan nilai transaksi mencapai Rp30,25 miliar. Price Earning Ratio (PER) IRRA 182,09 dan Market Cap Rp2,19 triliun.

4. Vaksin Beri Angin Segar

Analisis pasar modal memprediksi kehadiran 1,2 juta vaksin di Indonesia akan memberikan angin segar bagi emiten yang bergerak di sektor farmasi di sepanjang tahun depan

(Dani Jumadil Akhir)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement