Bayi Baru Lahir Nanggung Utang Rp6.000 Triliun, Kemenkeu: Faktanya yang Bayar Negara

Fadel Prayoga, Jurnalis · Kamis 25 Februari 2021 16:23 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 25 320 2368271 bayi-baru-lahir-nanggung-utang-rp6-000-triliun-kemenkeu-faktanya-yang-bayar-negara-fZ9j8YYIuQ.jpeg Uang Rupiah (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada akhir triwulan IV 2020 tercatat sebesar USD417,5 miliar atau Rp5.807,43 triliun (kurs Rp13.9100 per USD). Rinciannya terdiri dari ULN sektor publik (Pemerintah dan Bank Sentral) sebesar USD209,2 miliar dan ULN sektor swasta (termasuk BUMN) sebesar USD208,3 miliar.

Baca Juga: Uang Beredar Tembus Rp6.761 Triliun, Bisa Bayar Utang Negara Nih

Menanggapi hal itu, Staf Khusus Menteri Keuangan Yustinus Prastowo menyebut angka itu tak perlu dikhawatirkan secara berlebihan. Karena, pihaknya meyakini dengan segala aktivitas ekonomi yang dilakukan dan masuknya penerimaan negara dari pajak, maka itu menandakan utang Indonesia masih sehat.

"Rasa takut ini sering dimanipulasi seakan-akan utang ini akan menggerus atau mencabut masa depan kita. Seolah-olah bayi baru lahir itu menanggung utang. Padahal faktanya, yang membayar utang itu negara. Dari mana? Dari aktivitas ekonomi yang terus bertambah, terus meningkat, lalu ada pajak di sana, sebagian dipakai untuk melunasi itu," kata Yustinus kepada Okezone, Kamis (25/2/2021).

Baca Juga: Sri Mulyani Bikin Pengakuan soal Utang Indonesia Dekati Rp6.000 Triliun

Dia menjelaskan, meningkatnya utang pemerintah karena kini Indonesia sedang dilanda pandemi Covid-19. Di mana, akibat wabah itu membuat negara mengeluarkan beragam stimulus untuk membantu masyarakat.

"Penarikan utang memang lebih besar di 2020 karena pandemi. Tapi secara tahunan dari 2015 sebenarnya relatif stabil kecuali karena COVID-19 tahun lalu," ujarnya.

Selain itu, jumlah utang Indonesia masih lebih baik dari negara lain. Misalnya defisit fiskal 2020 yang sebesar 6,1% terhadap PDB, negara lain banyak yang lebih besar defisit fiskalnya.

"Di ASEAN penambahan utang kita paling kecil. Ini sekaligus mengklarifikasi banyak tuduhan seolah-olah kita ini tukang utang dan utang kita sudah tidak aman. Kita bandingkan ternyata kita relatif lebih baik," ujar dia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini