BEI Jelaskan Penghapusan Kode Broker dan Domisili

Aditya Pratama, Jurnalis · Jum'at 05 Maret 2021 10:56 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 05 278 2372775 bei-jelaskan-penghapusan-kode-broker-dan-domisili-gdKhsPWzbF.jpg BEI. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Bursa Efek Indonesia (BEI) berupaya menciptakan market conduct yang lebih baik ke depan. Untuk itu, bursa memulai dengan menghapus kode broker dan kode domisili di sistem perdagangan saham per Juli 2021.

Market conduct adalah perilaku pelaku usaha jasa keuangan dalam mendisain, menyusun, dan menyampaikan informasi, menawarkan, membuat perjanjian, atas produk dan/atau layanan serta penyelesaian sengketa dan penanganan pengaduan.

Baca Juga: OJK Restui 2 Emiten Masuk Efek Syariah

Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI, Laksono Widodo mengatakan, tujuan utama menghapus kode broker dan kode domisili di sistem perdagangan saham dengan market conduct dengan mengurangi herding behaviour dan mendorong investor untuk berinvestasi dengan cara yang baik dengan melakukan analisa daripada mengandalkan pernyataan pihak lain dan dengan kepala dingin serta rasional dibandingkan emosional.

"Tanpa pom-pomers dan influencer, herding behaviour ini sudah terjadi sejak dahulu. Dengan meningkatnya transaksi retail dan banyak investor baru di retail, sudah saat nya untuk menerapkan kebijakan untuk mendukung market conduct yang baik yang ujungnya memberikan proteksi kepada investor retail dari “godaan” bandar baik dalam dan luar negeri," ujar Laksono dalam keterangan tertulis, Jumat (5/3/2021).

Baca Juga: Hary Tanoe: Pasar Modal Mulai Pulih dan Sehat

Dengan adanya anggapan kebijakan tersebut akan menutup mata investor ritel dalam bertransaksi, Laksono menyebut hal tersebut tidak tepat, karena data transaksi harian lengkap bisa didapatkan di akhir hari sehingga bagi yang mau mempelajari pola transaksi tetap dapat melakukan dengan tenang dan banyak waktu.

"Tidak tepat kalau ini dianggap menutup mata investor retail karena hal di atas tersebut dan hal ini juga berlaku juga ke investor insti, baik domestik dan asing. Kebijakan ini equal treatment sifatnya," ucapnya.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini