JAKARTA - Mempertimbangkan masih berlanjutnya pandemi Covid-19 menjadi alasan bagi PT Intraco Penta Tbk (INTA) untuk memasang target pertumbuhan penjualan alat berat sebesar 10%. Target tersebut dinilai konservatif dan cukup realistis di tengah pandemi tahun ini.
Kata Direktur Intraco Penta, Eddy Rodianto, meskipun target ini konservatif, namun perseroan optimistis akan tercapai. Meningkatnya permintaan bijih nikel diproyeksikan menjadi penyumbang terbesar penjualan.
Baca juga: INTA Suntik Modal ke CCI Rp8,5 Miliar
“Salah satu sektor yang kami prediksi bakal jadi penopang yakni bijih nikel, lantaran permintaannya yang terus meningkat. Laju industrinya saat ini cukup baik ditandai dengan banyaknya investasi yang di sektor hilir,” ungkapnya mengutip Neraca.
Eddy menambahkan, investasi pada sektor hilir tersebut menjaga permintaan bijih nikel atau nikel ore yang semakin tinggi. Pada sektor hulu, pertambangan komoditas nikel ini akan menggunakan alat-alat berat milik perseroan.
Baca juga: Anak Usaha Intraco Siap IPO Desember
Maka dengan demikian, perseroan cukup optimistis sektor nikel dapat menopang penjualan alat berat Intraco Penta. Meski demikian, perlu diingat bahwa penggunaan alat berat pada sektor ini tidak seintensif pada pertambangan batu bara.
Selain itu, upaya lainnya yang dilakukan perseroan untuk menyiasati pelemahan penjualan batu bara lainnya, yakni melakukan kerja sama dengan LiuGong Machinery Indonesia sebagai principal terbaru yang memiliki market share yang besar. Perseroan yakin bahwa teknologi dari Tiongkok saat ini sudah diterima dengan baik oleh masyarakat Indonesia.
Untuk diketahui, kerja sama ini sebelumnya telah ditandatangani oleh entitas anak usaha perseroan yakni PT Intraco Penta Prima Servis (IPPS). Perseroan nantinya akan memasarkan, melakukan penjualan serta distribusi unit alat berat dan suku cadang dengan merk LiuGong dan Dressta. Selain itu, anak usaha perseroan juga mendapatkan surat penunjukan dari Blumaq. S.A untuk menjadi distributor resmi produk suku cadang Blumaq di Indonesia. Blumaq sendiri merupakan produsen suku cadang alternative untuk alat berat ternama seperti Caterpillar,Volvo,dan Komatsu.
Tahun ini, perseroan mengaku optimis kinerja akan lebih baik seiring dengan proyek infrastruktur yang sudah mulai bangkit sejak paruh kedua tahun 2020 dengan ditandai dimulainya beberapa proyek baru. Lebih lanjut, dari lini bisnis lainnya, yakni pembiayaan perseroan berencana mencari memperkuat bisnis pembiayaan dengan melalui dukungan dari investor baru dan perbaikan rasio penting untuk keberlangsungan usaha.
Di sisi lain, perseroan berkomitmen untuk terus peluang bisnis baru. “Kami juga harapkan kinerja dari anak usaha kami kembali membaik seiring dengan langkah-langkah konsolidasi pada setiap core business yang dijalankan mulai dari penjualan produk alat berat, konstruksi dan pendukungnya,” kata Eddy.
(Fakhri Rezy)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.