JAKARTA - Kilang Minyak Balongan terbakar pada 29 Maret 2021 mulai sekitar pukul 00.45 dini hari. Kilang minyak PT Pertamina Refinery Unit VI Balongan, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat ini ternyata memiliki nilai strategis dalam menjaga kestabilan pasokan BBM khususnya di wilayah DKI Jakarta, Banten, dan sebagian Jawa Barat.
Dikutip dalam siaran pers pada 23 Februari 2021, PT Pertamina (Persero) memulai pembangunan Refinery Depelopment Master Plan (RDMP) RU VI - BALONGAN PHASE-1: CDU Crude Distillate Upgrading Project yang ditandai dengan pemancangan (pilling) perdana.
Baca Juga: Mengintip Proyek Kilang Pertamina Balongan yang Terbakar, Beroperasi sejak 1994
Pengembangan proyek ini bertujuan untuk meningkatkan flexibilitas unit pengolahan dan meningkatkan kapasitas produksi kilang Pertamina Balongan dari semula 125 MBSD menjadi 150 MBSD serta mampu menghasilkan naptha untuk proses lanjut dari 5,29 MBSD menjadi 11,6 MBSD.
Dengan peningkatan fleksibilitas CDU, kilang Balongan akan dapat memproses minyak mentah campuran berat (Heavy Mix Crude) ataupun minyak mentah ringan (Lighter Crude Oil). Hal ini akan meningkatkan margin untuk perusahaan dan juga meningkatkan ketahanan energi nasional.
Baca Juga: Pertamina Investigasi Penyebab Kebakaran Kilang Minyak Balongan
Pembangunan proyek RDMP RU VI Balongan Phase 1 ini dikerjakan bersama oleh PT Pertamina (persero) dengan konsorsium PT Rekayasa Industri, PT Rekayasa Engineering dan PT. Enviromate Technology International sejak November 2020. Dalam pelaksanaan proyek, Pertamina selalu mengedepankan keselamatan pekerja proyek di semua lini dan diharapkan hal ini akan membawa kelancaran proyek. Untuk itu, kepatuhan terhadap safety regulation dan prokes Covid-19 tetap diterapkan secara ketat dan konsisten.
Corporate Secretary Subholding Refining & Petrochemical PT Kilang Pertamina Internasional Ifki Sukarya mengatakan, dalam pembangunan RDMP Phase 1 akan memberdayakan pekerja lokal.
"Kami memperhatikan benar keberlanjutan proyek RDMP Kilang RU VI untuk kebermanfaatan masyarakat lokal. Maka dari itu semaksimal mungkin proyek RDMP Phase 1 ini akan menggunakan pekerja lokal sesuai dengan kompetensi yang ada di masyarakat sebagai bentuk perhatian Pertamina kepada warga sekitar," ujarnya.
Pada acara pencanangan perdana tersebut juga dilakukan pemberian santunan kepada anak yatim dan mustahik di sekitar wilayah kilang Balongan sekaligus sebagai rasa syukur atas dimulainya proyek yang ditandai dengan pelaksanaan pekerjaan pilling perdana RDMP RU VI. "Dengan bermohon ridho kepada Allah SWT, diharapkan proyek ini insya Allah dapat diselesaikan pada bulan Maret 2022 yang akan datang," ungkap Ifki.
Pertamina melalui PT Kilang Pertamina Internasional terus membangun kerjasama sinergis untuk merealisasikan target upgrading kilang-kilang Pertamina guna mewujudkan ketahanan energi nasional. RDMP RU VI merupakan salah satu proyek strategis nasional pengembangan kilang yang menjadi perhatian para stakeholders untuk diwujudkan.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.