JAKARTA - Vaksin berbayar, awalnya akan dimulai hari ini. Namun langkah pemerintah untuk menjalankan vaksin berbayar mendapat banyak kecaman, sebagian masyarakat menganggap vaksin berbayar akan menyebabkan ketimpangan.
Petisi juga digaungkan oleh Koalisi Vaksin, mereka menyebut vaksin berbayar tidak sesuai dengan keputusan WHO dan kesepakatan global bahwa semua upaya pengendalian harus dilakukan dengan menghormati hak masyarakat untuk mendapatkan vaksin seadil-adilnya.
Baca Juga: Vaksin Covid-19 Berbayar Ditunda, Saham Kimia Farma Menguat 12%
Vaksin berbayar merupakan salah satu program pemerintah untuk mempercepat program vaksinasi di tengah lonjakan angka Covid-19 di Indonesia.
Setelah menuai polemik, PT Kimia Farma akhirnya memutuskan untuk meunda waktu pelaksanaan program vaksinasi berbayar. Hingga kini belum ada kejelasan sampai kapan penundaan akan dilakukan.
Lantas apakah penundaan ini dapat meredakan ketegangan dan kecaman yang datang terkait vaksin berbayar ini?
Vaksin Berbayar : untuk Rakyat atau Konglomerat? menjadi salah satu bahasan di program iNews Room episode Senin, 12 Juli 2021 mulai pukul 18.00 WIB.
iNews Room juga akan membahas tragedi pembunuhan akibat cinta ditolak oleh kekasih di Musi Banyuasin.
Kami juga akan update berita heboh di media sosial tentang seorang seorang wanita yang mengaku dokter dan tidak percaya adanya virus Corona.
Bersama Host Abraham Silaban, saksikan selengkapnya di iNews Room mulai pukul 18.00 WIB secara langsung di iNews. Anda juga dapat menyaksikan secara langsung melalui aplikasi RCTI+ dan www.rctiplus.com
(Kurniasih Miftakhul Jannah)