Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Sri Mulyani: SDM Jadi Kunci RI keluar dari Jebakan Negara Kelas Menengah

Rina Anggraeni , Jurnalis-Jum'at, 20 Agustus 2021 |10:22 WIB
Sri Mulyani: SDM Jadi Kunci RI keluar dari Jebakan Negara Kelas Menengah
Menteri Keuangan Sri Mulyani Siap Bawa Indonesia ke Luar dari Negara Kelas Menengah. (Foto: Okezone.com)
A
A
A

JAKARTA - Indonesia saat ini menghadapi tantangan besar untuk bisa keluar dari jebakan negara kelas menengah (middle income trap). Untuk ke luar dari middle income trap pun tidak mudah.

Menurut Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani, untuk keluar dari jebakan negara kelas menengah harus melihat negara yang sukses menjadi kelas menengah ke atas. Salah satunya adalah kualitas sumber daya manusia (SDM) yang sehat.

Baca Juga: 6 Kapal Disiapkan Jadi Tempat Isolasi Terpusat

"Kunci SDM harus sehat memiliki kemampuan monotorik intelektual dan emosional itu sangat penting," kata Sri Mulyani dalam video virtual, Jumat (20/8/2021).

Kata dia, banyak negara yang bisa naik dari lower income country menjadi middle income country. Namun, tidak banyak negara naik menjadi upper country dan terjebak dalam kelas menengah.

Baca Juga: Harga Tes PCR di Kimia Farma Rp495.000, Antigen Rp80.000

"Pembahasan pembangunan dunia midlle income trap banyak negara masuk midlle tapi berhenti disana. Apa yang perlu dilakukan meniliti negara berhasil higher income country atau upper," katanya

Karenanya, penting sekali untuk menginvestasikan dan terus meningkatkan kualitas SDM, sehingga statusnya bisa naik menjadi high income country atau negara berpendapatan tinggi.

"Bagaimana negara lower dan middle perlu bisa membangun sdm yang sehat dan memiliki keahkian dan reform kesehatan dan pendidikan penting," tandasnya

(Feby Novalius)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement