Share

Investasi Mulai Bangkit, BKPM Akui 2020 Tahun yang Berat

Oktiani Endarwati, Jurnalis · Selasa 30 November 2021 13:52 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 30 320 2509605 investasi-mulai-bangkit-bkpm-akui-2020-tahun-yang-berat-pa5jwxijGg.jpg Realisasi investasi tahun ini mulai tumbuh (Foto: Shutterstock)

JAKARTA – Realisasi investasi tahun ini mulai tumbuh seiring dengan membaiknya perekonomian. Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat realisasi investasi sepanjang periode Januari-September 2021 mencapai Rp659,4 triliun atau 73,3% dari target Rp900 triliun.

Baca Juga: Perhatikan Hal Ini, Berikut Waktu yang Tepat untuk Investasi

Capaian ini terdiri atas Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp331,7 triliun (50,3%) dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp327,7 triliun (49,7%). Staf Ahli Bidang Ekonomi Makro Kementerian Investasi/ BKPM Indra Darmawan mengatakan, realisasi investasi di tahun 2021 mulai bangkit setelah pada tahun sebelumnya merupakan tahun yang berat bagi realisasi investasi.

"Tahun 2020 itu tahun yang berat. Tahun 2021 ini adalah tahun pemulihan di mana kita lihat pertumbuhan ekonomi mulai bangkit dan juga ada kenaikan dari realisasi investasi," ujarnya dalam Market Review IDX Channel, Selasa (30/11/2021).

Baca Juga: Presiden Jokowi Puji Investasi di Jawa Barat

Menurut dia, pencapaian realisasi investasi di tahun ini juga akan menjadi modal untuk mencapai target realisasi di tahun 2022 yang sebesar Rp1.200 triliun. Dia pun optimis realisasi investasi hingga akhir tahun 2021 bisa mencapai target sebesar Rp900 triliun.

"Itu target yang sedang kita kejar setiap hari untuk merealisasikan Rp900 triliun. Dan di tahun 2022 adalah tahun adjustment atau penyesuaian kita pada kehidupan new normal," ungkapnya.

Indra menuturkan, realisasi investasi PMA dan PMDN juga hampir seimbang dalam dua tahun terakhir. Sebelumnya PMA selalu lebih besar 65% hingga 70% dibanding PMDN. "Ini yang menarik. Saat ini dalam 2 tahun terakhir sudah hampir seimbang, 5050. Kemudian balance antara Jawa dan luar Jawa, yang sebelumnya Jawa selalu mendominasi sekitar 65%-70%," ungkapnya.

Adapun penyerapan tenaga kerja Indonesia sepanjang Januari-September 2021 sebanyak 912.402 orang yang berasal dari PMA sebanyak 447.116 orang dan PMDN sebanyak 465.286 orang.

"Penyerapan tenaga kerja dalam 9 bulan pertama tahun ini akibat realisasi investasi itu sekitar 900.000 tenaga kerja sudah tercipta. Ini sangat menggembirakan karena di Setiap tahun rata-rata 1,1-1,2 juta tenaga kerja terserap," tuturnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini