Share

Harga Gas Elpiji Mahal, Kompor Listrik Jadi Pilihan?

Athika Rahma, Jurnalis · Jum'at 18 Maret 2022 17:36 WIB
https: img.okezone.com content 2022 03 18 320 2564041 harga-gas-elpiji-mahal-kompor-listrik-jadi-pilihan-HfJMBuuVJb.jpg Harga LPG nonsubsidi naik (Foto: Antara)

JAKARTA - Harga elpiji naik sebagai dampak dari kenaikan minyak dunia di tengah ketidakpastian pasokan global. Di sisi lain, impor LPG dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan seiring dengan konsumsi yang terus naik. Pada tahun 2024, impor LPG diproyeksikan bisa mencapai Rp67,8 triliun.

Direktur Eksekutif Energy Watch Mamit Sebagai alternatif, masyarakat dapat beralih menggunakan kompor induksi yang lebih murah.

“Melalui penggunaan kompor induksi, dapat membantu pemerintah dalam menghemat anggaran di APBN kita. Selain itu, penggunaan kompor induksi merupakan upaya untuk membangun kemandiri energi,” jelas Mamit kepada MNC Portal Indonesia, Jumat (18/3/2022).

Menurut Mamit, dengan beralih ke kompor induksi, ketergantungan terhadap impor LPG bakal berkurang secara bertahap sehingga bakal mendorong kemandirian energi. Tak hanya itu, masalah defisit transaksi berjalan akibat impor LPG secara perlahan juga dapat diselesaikan.

Selain untuk mengurangi angka impor, langkah konversi ini juga bakal menekan subsidi LPG dalam APBN yang terus membengkak. Pada tahun ini saja pemerintah menganggarkan Rp61 triliun untuk subsidi LPG dengan asumsi ICP USD63 per barel.

Per Februari 2022, ICP sudah menyentuh di level USD95,72 per barel. Kenaikan ini akan berdampak terhadap beban subsidi LPG di mana setiap kenaikan USD1 ICP maka beban subsidi LPG akan meningkat sebesar Rp1,47 triliun.

"Jadi bisa dibayangkan berapa beban penambahan untuk subsidi LPG 3 kg saat ini,” ungkap Mamit.

Sebagai perhitungan, konsumsi listrik menggunakan kompor induksi adalah sebesar 7,1 kWh dengan harga Rp10.266. Hal ini setara dengan 1 kg LPG seharga Rp15.500.

Dengan asumsi pemakaian 1 bulan sebanyak 9 kg, maka biaya yang dikeluarkan rumah tangga mencapai Rp139.500. Sedangkan pemakaian 1 bulan kompor induksi setara dengan 64,7 kWh atau hanya Rp93.556.

“Artinya, penggunaan energi LPG lebih mahal Rp45.944 per bulan jika dibandingkan dengan penggunaan kompor induksi,” pungkas Mamit.



1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini