Share

Alasan Pengusaha Bus Naikkan Harga Tiket saat Lebaran 2022

Anggie Ariesta, Jurnalis · Rabu 04 Mei 2022 22:04 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 04 320 2589271 alasan-pengusaha-bus-naikkan-harga-tiket-saat-lebaran-2022-VFBo5Xpw3o.jpg Ilustrasi mudik. (Foto: Okezone)

JAKARTA - Pengusaha otobus memutuskan untuk memberlakukan biaya tambahan agar dapat menutup biaya operasional bus.

Selain itu, pengusaha juga diperbolehkan menaikkan tarif selama mudik lebaran 2022.

Ketua Umum Ikatan Pengusaha Otobus Muda Indonesia (IPOMI), Kurnia Lesani Adnan mengatakan, hal itu karena arus mudik yang membuat bus bergerak dengan okupansi penuh ke kota tujuan, namun sebaliknya malah kosong.

"Kita diberi kebijakan menaikkan tarif, kalo non ekonomi kita lepas harganya ke pasar, kalo ekonomi itu ditentukan oleh pemerintah," kata Kurnia dalam Special Dialogue IDX, Rabu (4/5/2022).

 BACA JUGA:Pemerintah Izinkan Mudik Lebaran 2022, Pengusaha Bus Akap Girang

Adapun IPOMI mempunyai dua model pelayanan, untuk jarak jauh seperti trayek Sumatera-Jawa Timur jadi ada penyesuaian 20-30%. Maka itu, kenaikan tarif tidak terlalu tinggi.

"Ini kenaikannya saya perhatikan 40-70% karena tarif dasar sudah murah, ada ekonomi, VIP dan eksekutif," ucapnya.

Untuk pelayanan jarak jauh, H-10 sampai H-3 meningkat, tapi H-2 drop karena jika penumpang berangkat saat itu sudah masuk hari Lebaran.

Adapun untuk jarak menengah dan pendek, mulai H-7 yang umumnya 'peak' mulai dari H-4,3,2.

Menurut Kurnia, dari seluruh Indonesia yang masih mendominasi adalah Pulau Jawa khususnya Jawa Timur dan sekitarnya.

 BACA JUGA:Pemerintah Izinkan Mudik Lebaran 2022, Pengusaha Bus Akap Girang

Dengan kondisi saat ini, Kurnia optimis sebagai pelaku usaha bahwa pergerakan ekonomi di industri transportasi arahnya akan lebih baik.

"Kita optimis ini akan starting kedepan, yang kita harapkan supporting pemerintah di permasalahan BBM, kami berharap pemerintah segera mengambil sikap akan supply solar," tegasnya.

Dengan demikian, pelaku usaha otobus minta dukungan pemerintah dari segi bahan bakar agar operasional terus berjalan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini