Share

Samurai Bond Laris Manis, Sri Mulyani Kantongi Investasi Rp9,04 Triliun

Tim Okezone, Jurnalis · Jum'at 10 Juni 2022 15:00 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 10 320 2609280 samurai-bond-laris-manis-sri-mulyani-kantongi-investasi-rp9-04-triliun-MHmyLwF8fc.jpg Samurai Bonds laris manis (Foto: Freepik)

JAKARTA – Surat Utang Negara (SUN) Indonesia berdenominasi yen Jepang (Samurai Bonds) laris diburu investor. Samurai Bond mencetak nominal benchmark size 81 miliar yen Jepang atau setara dengan Rp9,04 triliun.

Duta Besar RI untuk Jepang dan Federasi Mikronesia Heri Akhmadi memastikan percepatan pemulihan ekonomi Indonesia terus dikomunikasikan KBRI Tokyo kepada pemangku kepentingan terkait di Jepang, khususnya menyangkut kemudahan dan kredibilitas investasi untuk pembiayaan pembangunan di Indonesia.

β€œKBRI Tokyo berkomitmen kuat untuk berperan aktif dalam mengkampanyekan perkembangan positif perekonomian dan investasi Indonesia dalam setiap kesempatan kepada mitra swasta dan Pemerintah Jepang," kata Heri dilansir dari Antara, Jumat (10/6/2022).

Ia menjelaskan salah satu instrumen konkret kampanye tersebut adalah Samurai Bond yang mendapatkan kepercayaan luar biasa dari para investor di Jepang. Adapun penerbitan Samurai Bond kali ini adalah yang ketiga kalinya di masa pandemi sejak Juli 2020.

Penerbitan Samurai Bonds tahun ini merupakan capaian yang baik dan digunakan sesuai kebutuhan pembiayaan pembangunan, termasuk upaya pemulihan ekonomi nasional, di tengah kondisi pasar keuangan yang masih volatil atas dampak dari kenaikan suku bunga dan pengetatan kebijakan moneter global, serta meningkatnya ketegangan geopolitik.

Joint Lead Arrangers dalam transaksi ini adalah Daiwa Securities Co. Ltd., Mizuho Securities Co., Ltd., Mitsubishi UFJ Morgan Stanley Securities Co., Ltd, dan Nomura Securities Co., Ltd.

Heri menuturkan tipe investor pada transaksi ini terdiri dari city banks sebesar 12,3%, lifers 8,6%, manajer aset 24,8%, koperasi pusat 12,3%, central public funds 2,5%, serta bank daerah/koperasi daerah 13,2%.

Kemudian, asuransi properti 0,2% dan lainnya 9,1%. Sedangkan investor dari luar Jepang tercatat 16,8% dari jumlah total investor.

Capaian positif dalam penerbitan Samurai Bonds ini merupakan bagian dari strategi pembiayaan yang bersifat fleksibel dengan memanfaatkan kondisi pasar dengan suku bunga yang relatif masih cukup rendah, mengingat tren kenaikan suku bunga global masih akan berlanjut dalam beberapa bulan ke depan.

Sementara itu, Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan dalam keterangan resminya mencatat terdapat empat seri Samurai Bonds yang diterbitkan, yaitu RIJPY0625, RIJPY0627, RIJPY0629, dan RIJPY0632.

Penerbitan kali ini tercatat sebagai penerbitan terbesar Samurai Bonds oleh sovereign issuer selama tahun 2022, yang membuktikan reputasi dan kredibilitas Indonesia yang terpercaya di pasar Jepang walaupun kondisi pasar sangat menantang. Pemerintah memulai pemasaran resmi untuk penerbitan Samurai Bonds pada Selasa (31/5).

Selama dua hari masa penawaran, permintaan yang masuk berkembang cukup solid dan berasal dari basis investor yang beragam, terutama pada seri dengan tenor pendek yang mencerminkan minat para investor Jepang pada tenor pendek di tengah kondisi pasar yang masih volatil.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini