Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Ciptakan Pelaku Usaha Unggul, Menparekraf Sandiaga Gelar Pelatihan Pemasaran

Zuhirna Wulan Dilla , Jurnalis-Minggu, 19 Februari 2023 |20:48 WIB
Ciptakan Pelaku Usaha Unggul, Menparekraf Sandiaga Gelar Pelatihan Pemasaran
Kemenparekraf gelar pelatihan pemasaran. (Foto: Kemenparekraf)
A
A
A

JAKARTA - Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) menggelar pelatihan pemasaran online.

Di mana pelatihan ini untuk pelaku usaha pariwisata dan ekonomi kreatif di Destinasi Pariwisata Prioritas (DPP) Bromo-Tengger-Semeru (BTS). Adapun hal ini guna memperkuat kapabilitas para pelaku usaha dalam memasarkan produk secara daring.

Sehingga diharapkan dari kegiatan ini dapat meningkatkan kualitas produk dan menjangkau pasar yang lebih luas.

Diketahui, pelatihan berlangsung di dua lokasi yakni Hotel Savana Malang pada 15 Februari 2023 dan Hotel Atria Malang pada 17 Februari 2023.

Adapun pelatihan diikuti total 200 peserta yang terdiri dari para pelaku usaha atau bisnis parekraf seperti objek wisata, restoran, kuliner oleh-oleh, dan industri kreatif lainnya.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan kegiatan ini diharapkan dapat mendorong peningkatan kemampuan sumber daya manusia di era Society 5.0 sekaligus mendorong pemulihan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

"Kita harus fokus pada penyiapan masyarakat yang aware dengan perkembangan, peningkatan usaha lokal pengguna layanan online, dan upaya mendapatkan ratingnya sehingga mampu berkontribusi besar dalam mendorong kebangkitan ekonomi dan terbukanya lapangan kerja,” kata Menparekraf Sandiaga Uno dikutip dari keterangan resmi, Minggu (19/2/2023).

Kemudian, Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan Kemenparekraf/Baparekraf, Diah Martini Paham, menambahkan pelatihan ini merupakan bagian dari Program Pembangunan Pariwisata Terintegrasi dan Berkelanjutan (P3TB) bagi para pelaku usaha pariwisata dan ekonomi kreatif (parekraf) di destinasi pariwisata prioritas.

Di mana khususnya dalam melakukan inovasi dengan memanfaatkan platform digital agar mampu bersaing di pasar internasional.

“Kemenparekraf berupaya memberikan dukungan kepada para pelaku parekraf yang mulai kembali bangkit ini agar mampu mengoptimalkan teknologi digital dalam mengomunikasikan produk dan layanan yang disediakan bagi pasar," kata Diah.

Dia juga menyebut kalau peningkatan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia menjadi harapan dan peluang bagi pelaku usaha untuk segera bergerak cepat dalam menjangkau permintaan pasar yang mulai muncul kembali pascapandemi.

Dari Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah kunjungan wisatawan mancanegara di sepanjang tahun 2022 mencapai 5,47 juta. Jumlah ini melebihi target yang ditetapkan pemerintah sebesar 3,6 juta.

Diah berharap melalui pelatihan ini pelaku usaha dapat meningkatkan kualitas layanan usaha.

"Karena tentunya pascapandemi persepsi wisatawan akan mengalami pergeseran tren wisata, terutama perhatian dalam hal kebersihan, kesehatan, keamanan, dan kelestarian lingkungan (CHSE) yang semakin meningkat,” jelasnya.

Direktur Pengembangan SDM Pariwisata Kemenparekraf/Baparekraf, Florida Pardosi pun turut menyampaikan bahwa dalam pelatihan para peserta mendapatkan berbagai materi. 

Pelatihan ini mencakup digital mindset, digital toolset, dan digital skillset dengan metode penyampaian secara teori dan praktik terkait cara pendaftaran di platform online yaitu salah satunya adalah Tripadvisor.

“Pelatihan ini dikembangkan agar dapat membekali peserta dengan pengetahuan dan keterampilan sehingga memiliki kapasitas dalam memasarkan usahanya dengan memanfaatkan teknologi digital," bebernya.

Setelah mengikuti pelatihan, para pelaku usaha juga akan diberikan pendampingan dan monitoring agar usaha yang telah terdaftar dan terverifikasi di platform online dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk menjangkau pasar.

Lebih lanjut Florida menjelaskan, pelatihan pemasaran online P3TB akan menjangkau para pelaku usaha yang ada di 6 DPP yakni Danau Toba, BYP (Borobudur-Yogyakarta-Prambanan), Lombok, Labuan Bajo, BTS (Bromo-Tengger-Semeru), dan Wakatobi berjumlah total 4.119 orang yang usahanya belum terdaftar pada platform digital.

"Khusus BTS sendiri ditargetkan sebanyak 866 orang pelaku usaha di Key Tourism Area (KTA) Kabupaten Pasuruan, Probolinggo, Lumajang, dan Malang Raya," pungkasnya.

Sebagai informasi, pihak pemerintah daerah dalam hal ini Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Malang, Purwoto, dan Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Kota Malang, Baihaqi, mendukung pelatihan pemasaran online ini yang diyakini sebagai upaya peningkatan kualitas promosi wisata.

Dengan harapan mampu menarik minat wisatawan untuk berkunjung ke Indonesia khususnya Malang sebagai wilayah penyangga DPP Bromo-Tengger-Semeru.

(Zuhirna Wulan Dilla)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement