Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Multiplier Effect Program Gentengisasi Bisa Buka Lapangan Kerja Baru

Anggie Ariesta , Jurnalis-Minggu, 01 Maret 2026 |16:02 WIB
Multiplier Effect Program Gentengisasi Bisa Buka Lapangan Kerja Baru
Multiplier Effect Program Gentengisasi Bisa Buka Lapangan Kerja Baru (Foto: Freepik)
A
A
A

JAKARTA - Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait (Ara) memaparkan potensi efek domino (multiplier effect) yang luas dari program gentengisasi.

Kebijakan gentengisasi merupakan arahan Presiden Prabowo Subianto ini diproyeksikan tidak hanya meningkatkan kualitas fisik rumah rakyat, tetapi juga memicu pertumbuhan masif pada sektor UMKM, penyerapan tenaga kerja, hingga industri pembiayaan nasional.

Ara menggarisbawahi adanya celah besar antara kapasitas produksi pengrajin saat ini dengan kebutuhan proyek perumahan yang akan datang, yang justru menjadi peluang bagi pembukaan lapangan kerja baru.

"Untuk satu rumah butuh sekitar 480 genteng. Kalau ada 6.000 rumah, berarti perlu sekitar 2,9 juta genteng. Produksi sekarang belum cukup. Artinya apa? Harus tambah tenaga kerja,” ujar Ara di Brilian Club, Jumat (27/2/2026).

Sebagai gambaran, saat ini rata-rata pengusaha genteng menengah mempekerjakan antara 100 hingga 200 orang dengan kapasitas produksi tahunan 300 ribu sampai 500 ribu genteng.

 



Dengan target pembangunan ribuan unit rumah, para pelaku usaha dipastikan harus meningkatkan kapasitas produksinya.

Untuk mendukung ekspansi tersebut, sektor perbankan dan lembaga pembiayaan telah bersiaga yakni BRI dan BP Tapera.

Ara menekankan bahwa keberhasilan program ini sangat bergantung pada kolaborasi antara pemerintah, pengembang, dan perbankan. Jika ekosistem ini berjalan, manfaatnya akan dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat dan pelaku ekonomi.

“Ini sinergi. Masyarakat senang karena rumahnya lebih baik, industri senang karena produksinya naik, pengembang terbantu, perbankan ikut membiayai. Jadi semua bergerak,” katanya.

Program gentengisasi ini pun diharapkan menjadi model percontohan bagaimana kebijakan perumahan dapat diintegrasikan dengan pemberdayaan industri lokal, khususnya di wilayah-wilayah sentra produksi seperti Jawa Barat yang selama ini menjadi penyumbang terbesar unit rumah nasional.

(Dani Jumadil Akhir)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement