Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Ribuan Hewan Kurban Masuk Jabodetabek, Kesehatan Diawasi Ketat

Rohman Wibowo , Jurnalis-Kamis, 21 Mei 2026 |12:51 WIB
Ribuan Hewan Kurban Masuk Jabodetabek, Kesehatan Diawasi Ketat
Badan Karantina Indonesia (Barantin) memperketat pengawasan kesehatan hewan kurban yang masuk ke Jakarta dan sekitarnya menjelang Idul Adha. (Foto: Okezone.com)
A
A
A

JAKARTA — Badan Karantina Indonesia (Barantin) memperketat pengawasan kesehatan hewan kurban yang masuk ke Jakarta dan sekitarnya menjelang Idul Adha. Langkah tersebut dilakukan setelah kloter terakhir distribusi hewan kurban sebanyak 275 ekor sapi tiba di Port of Tanjung Priok pada hari ini. 

Penguatan pengawasan karantina dilakukan melalui pemeriksaan ketat terhadap ribuan ternak yang masuk melalui Pelabuhan Tanjung Priok dalam beberapa bulan terakhir. Barantin memastikan seluruh hewan bebas dari ancaman penyakit menular.

Berdasarkan data sistem pemantauan Barantin, volume lalu lintas ternak tahun ini tercatat cukup tinggi. Sebanyak 198.925 ekor sapi dan 103.216 ekor kambing telah masuk ke berbagai wilayah di Indonesia. Pasokan hewan kurban tersebut mayoritas berasal dari Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, Bali, Lampung, Jambi, South Sumatra, hingga East Java.

Lonjakan pengiriman ternak antarpulau menjadi perhatian serius otoritas karantina guna mencegah masuknya wabah penyakit ke zona hijau. Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk mitigasi dini untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat yang akan melaksanakan ibadah kurban.

“Kami ingin memastikan seluruh hewan kurban aman dari penyakit seperti antraks maupun penyakit kulit lainnya sehingga masyarakat tidak perlu khawatir saat berkurban,” ujar Kepala Barantin, Abdul Kadir Karding, saat melakukan pengecekan di Dermaga 108 Pelabuhan Tanjung Priok, Kamis (21/5/2026).

Selain memastikan kondisi fisik hewan tetap prima, Barantin juga memperketat pengawasan dokumen dan prosedur karantina. Menurut Barantin, periode menjelang Iduladha selalu ditandai dengan tingginya mobilitas ternak sehingga risiko penyebaran penyakit antarwilayah meningkat.

Barantin juga melakukan pemetaan riwayat kesehatan ternak sejak dari daerah asal. Pengawasan diperkuat melalui pembentukan satuan tugas khusus di setiap Unit Pelaksana Teknis (UPT) atau Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan di seluruh Indonesia.

“Kami telah melakukan langkah mitigasi sejak awal, termasuk penelusuran riwayat penyakit dan pembentukan Satgas Iduladha di setiap UPT untuk memastikan seluruh alur keluar-masuk hewan terpantau dengan baik,” kata Karding.

Dengan pengawasan berlapis tersebut, Barantin berharap kualitas daging kurban yang dikonsumsi masyarakat memenuhi standar ASUH (aman, sehat, utuh, dan halal). Masyarakat juga diimbau memastikan hewan kurban yang dibeli telah memiliki sertifikasi karantina resmi.

Sementara itu, Kepala Karantina DKI Jakarta, Amir Hasanuddin, mengatakan ternak yang lolos pemeriksaan fisik dan administrasi akan langsung disalurkan ke wilayah tujuan.

“Karantina DKI Jakarta akan menerbitkan sertifikat pembebasan untuk ternak tujuan DKI Jakarta dan Depok. Sementara untuk sapi tujuan Pekanbaru, akan diterbitkan dokumen transit khusus guna menjamin legalitas dan kesehatan komoditas selama pelintasan antarwilayah,” ujarnya.

Amir menegaskan pengawasan tidak berhenti di area pelabuhan. Setelah dokumen pembebasan diterbitkan, pihaknya akan berkoordinasi dengan dinas peternakan dan instansi kesehatan hewan di daerah tujuan guna melakukan pemantauan lanjutan.

Pengawasan tersebut dilakukan untuk memastikan ternak tiba sesuai dokumen manifes serta memantau kondisi kesehatan hewan hingga proses pemotongan di tempat pemotongan hewan kurban.

Hingga 21 Mei 2026, tercatat sebanyak 2.837 ekor sapi lokal telah melalui pengawasan karantina di Pelabuhan Tanjung Priok sejak awal Januari 2026.

(Feby Novalius)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement