Di wilayah Ende, penanganan dilakukan pada sejumlah titik di ruas Aegela–Batas Kota Ende, Batas Kota Ende–Detusoko, Junction–Wolowaru, serta Wolowaru–Lianunu.
Pembersihan material longsoran telah dilakukan, sementara bahu jalan yang terdampak diperkuat. Beberapa lokasi juga disiapkan untuk penanganan permanen melalui pembangunan dinding penahan tanah, shotcrete, jaring aktif, dan sistem drainase.
Kementerian PU memastikan kondisi 15 ruas jalan nasional yang terdampak gempa secara umum masih fungsional. Arus kendaraan, termasuk distribusi logistik dan BBM, juga masih berjalan lancar.
Selain jalan, pemeriksaan dilakukan terhadap sejumlah jembatan yang terdampak. Penanganan mencakup expansion joint, elastomer, abutment, dinding sayap, hingga elemen pengaman sungai.
Salah satu jembatan yang terdampak adalah Jembatan Nanga Roro di ruas Aegela–Batas Kota Ende. Hasil pemeriksaan menemukan kerusakan pada sejumlah elemen, termasuk balok penahan gempa, fondasi yang mengalami gerusan, dinding penahan tanah, wingwall, dan expansion joint.