Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Menteri Iftitah Bidik Transmigrasi Jadi Motor Ekonomi Kawasan

Rohman Wibowo , Jurnalis-Senin, 24 Agustus 2026 |14:27 WIB
Menteri Iftitah Bidik Transmigrasi Jadi Motor Ekonomi Kawasan
Menteri Iftitah (Foto: Okezone)
A
A
A

"Melalui program Trans Tuntas, kita memastikan era bagi-bagi lahan sudah selesai dan dialihkan menjadi kepemilikan bersama yang produktif. Kita belajar dari masa lalu di mana ada lahan transmigrasi digarap swasta secara ilegal hingga merugikan negara Rp6,9 triliun, sehingga ke depan potensinya harus terkelola optimal," urai Iftitah.

Pada skema Trans Lokal, warga terdampak proyek industri dilindungi dengan permukiman terintegrasi dan pelatihan vokasi agar terserap dalam dunia kerja,balih-alih sekadar diberi ganti rugi murah. 

Sementara Trans Patriot mengerahkan akademisi dan peneliti untuk meriset potensi wilayah serta membina kemampuan masyarakat setempat sebelum pabrik dibangun. Adapun Trans Karya Nusa membuka pintu investasi industri padat karya dari swasta domestik maupun asing, yang dipadukan dengan Trans Gotong Royong guna mengonsolidasikan koordinasi lintas kementerian dan lembaga.

Sinergi lintas instansi dinilai menjadi kunci utama dalam merumuskan ekosistem kawasan ekonomi yang inklusif di berbagai pelosok daerah. Keterlibatan terpadubseluruh pemangku kepentingan diharapkan mampu mempercepat pemerataan pembangunan dan memangkas ketimpangan wilayah.

"Pembangunan tidak boleh berjalan secara parsial, melainkan harus terintegrasi di antara kementerian dan lembaga melalui sinergi dan kolaborasi sesuai pesan Bapak Presiden. Ini semua menunjukkan iktikad baik untuk membangun ekosistem kawasan ekonomi transmigrasi agar masyarakat mendapat manfaat yang lebih luas," tutur Iftitah.

Kebijakan baru transmigrasi Indonesia ini turut mendapatkan apresiasi positif dari kalangan akademisi ekonomi internasional. Profesor dan Kepala Departemen Ekonomi di Adam Smith Business School, University of Glasgow, Inggris, Yusuf Soner Baskaya menuturkan keunggulan geopolitik dan posisi strategis Indonesia dipandang sangat relevan dalam memperkuat daya tahan rantainpasok global di tengah ancaman disrupsi ekonomi dunia.

"Menurut pandangan saya, program Kementerian Transmigrasi ini hadir pada waktu yang sangat tepat saat rantai nilai global mulai mengutamakan ketahanan dibandingkan sekadar efisiensi biaya. Indonesia memiliki peran ganda sebagai negara penghubung dan keunggulan geografis besar yang mampu menghadirkan ketahanan terhadap guncangan geopolitik," kata Baskaya.

Baskaya menggarisbawahi bahwa persoalan disparitas pembangunan wilayah hanya dapat diurai melalui perencanaan sektoral yang terintegrasi. Pemanfaatan potensi ekonomi daerah dinilai akan menjadi instrumen utama dalam mendongkrak kesejahteraan sosial di kawasan luar Pulau Jawa.

"Pada saat yang sama, Indonesia dihadapkan pada persoalan menahun seperti disparitas antardaerah dalam tingkat pembangunan ekonomi, infrastruktur sosial-ekonomi, serta pemerataan kesejahteraan. Lima program unggulan yang dirancang Kementerian Transmigrasi ini menjadi solusi terpadu untuk mengatasi berbagai elemen tantangan tersebut," jelas Baskaya.

Sehingga, kata Iftitah, pihaknya mengupayakan eksekusi pembaruan tata kelola ini agar memberikan dampak ekonomi nyata bagi kas negara dan taraf hidup masyarakat di kawasan transmigrasi. 

"Kalau dulu tempatkan dulu baru dilihat peluangnya, sekarang kita balik, cari dulu potensi ekonominya, bangun industrinya, siapkan lapangan pekerjaannya, sediakan pendidikan dan kesehatan yang lebih baik, baru dilakukan penempatan," urai Iftitah.

(Taufik Fajar)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement