JAKARTA — Sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda terdeteksi hingga ketinggian 50.000 kaki atau Flight Level 500 (FL500) dan bergerak ke arah barat daya. Kondisi tersebut membuat AirNav Indonesia memprioritaskan pengelolaan ruang udara yang terdampak, terutama di wilayah penerbangan Jakarta.
AirNav Indonesia melalui International NOTAM Office menerbitkan ASHTAM VAWR3760 pada 7 September 2026 pukul 09.10 WIB terkait perkembangan aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau. Dalam ASHTAM tersebut, status peringatan Gunung Anak Krakatau ditetapkan pada level Merah (Colour Code Red Alert).
Sebaran abu vulkanik pada ketinggian hingga FL500 atau sekitar 50.000 kaki bergerak ke arah barat daya dengan kecepatan 15 knot atau sekitar 28 kilometer per jam. Sementara itu, sebaran abu pada ketinggian hingga FL150 atau sekitar 15.000 kaki bergerak ke arah barat dengan kecepatan yang sama.
ASHTAM juga menyebutkan abu vulkanik pada ketinggian tinggi telah terpisah dari sumber gunung berapi dan bergerak ke arah barat daya. Sebaran tersebut diperkirakan menipis atau menghilang dalam waktu 12-18 jam. Adapun emisi abu vulkanik yang berlangsung secara terus-menerus hingga FL150 bergerak ke arah barat.
Kondisi tersebut berada dalam Flight Information Region (FIR) Jakarta. AirNav Indonesia memberikan perhatian khusus terhadap bandara dan rute pelayanan lalu lintas penerbangan (ATS routes) yang terdampak dalam pengelolaan ruang udara.
Sementara itu, AirNav Indonesia juga menerbitkan ASHTAM VAWR9818 pada 7 September 2026 pukul 08.20 WIB terkait aktivitas vulkanik Gunung Ibu di Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara.
ASHTAM tersebut menetapkan status peringatan Gunung Ibu pada level Oranye (Colour Code Orange Alert). Sebaran abu vulkanik teridentifikasi hingga FL070 atau sekitar 7.000 kaki dan bergerak ke arah utara dengan kecepatan 10 knot atau sekitar 19 kilometer per jam.
Laporan dari darat menunjukkan emisi abu vulkanik Gunung Ibu masih berlangsung. Abu vulkanik juga teridentifikasi melalui citra satelit, meski pada pengamatan terbaru tertutup awan meteorologis.
Aktivitas Gunung Ibu berada dalam FIR Ujung Pandang. Berdasarkan ASHTAM VAWR9818, tidak terdapat bandara maupun rute penerbangan yang terdampak.
ASHTAM merupakan informasi aeronautika khusus mengenai aktivitas gunung berapi dan abu vulkanik. Informasi tersebut memuat keberadaan, ketinggian, dan pergerakan abu vulkanik yang berpotensi memengaruhi ruang udara serta menjadi acuan bagi pengguna ruang udara dalam perencanaan dan pelaksanaan penerbangan.
AirNav Indonesia terus memantau dan menilai perkembangan aktivitas vulkanik serta pergerakan abu vulkanik berdasarkan informasi aeronautika yang diterima. Informasi tersebut menjadi salah satu dasar dalam pengelolaan ruang udara dan penyampaian informasi keselamatan penerbangan kepada pengguna ruang udara.
ASHTAM VAWR3760 terkait Gunung Anak Krakatau berlaku mulai 7 September 2026 pukul 09.10 WIB hingga 8 September 2026 pukul 09.10 WIB. Sementara itu, ASHTAM VAWR9818 terkait Gunung Ibu berlaku mulai 7 September 2026 pukul 08.20 WIB hingga 8 September 2026 pukul 08.20 WIB.
(Feby Novalius)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.