Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Peringati Hari Batik Nasional, PNM Terus Perkuat Warisan Batik Nusantara

Anindita Trinoviana , Jurnalis-Sabtu, 03 Oktober 2026 |14:14 WIB
Peringati Hari Batik Nasional, PNM Terus Perkuat Warisan Batik Nusantara
PNM Terus Perkuat Warisan Batik Nusantara. (Foto: PNM)
A
A
A

JAKARTA – Dalam rangka Hari Batik Nasional, PT Permodalan Nasional Madani (Persero) terus berupaya mendukung pelestarian warisan budaya dengan memberdayakan perempuan-perempuan tangguh yang hidup dari usaha membatik. Lantaran, setiap lembar batik menyimpan cerita tentang tangan-tangan yang merawat warisan budaya, termasuk para pembatik di berbagai pelosok negeri.

Hingga saat ini, PNM telah memfasilitasi klasterisasi batik di berbagai titik di Indonesia, di antaranya Jambi, Madiun, Magelang, Hingga Lamongan. Klasterisasi merupakan program pelatihan berseri dari PNM yang dilakukan secara berkelompok, dengan mengumpulkan pengusaha batik sejenis dalam satu wilayah. Melalui cara ini, pembekalan dapat diberikan lebih terarah dan peserta tidak berjalan sendiri.

Direktur Utama PNM, Kindaris menyampaikan kegiatan ini menjadi cara PNM ikut menjaga batik pada momentum Hari Batik Nasional.

"Kami ingin ikut menjaga batik lewat para pembuatnya. Melalui pembiayaan dan program pemberdayaan melalui klasterisasi, ibu-ibu para pembatik kami kumpulkan agar bisa belajar, berkarya, dan tumbuh bersama, sehingga batik tetap lestari dan usaha mereka semakin kuat," ujarnya.

Salah satu contohnya, berada di Kelurahan Danau Teluk, Kota Jambi, klasterisasi menghadirkan pelatihan membatik, pendampingan, dan akses pemasaran bagi perajin batik setempat. Keterampilan peserta kemudian diperluas di Desa Uteran, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun, lewat pelatihan batik ecoprint yang mendorong kreativitas dan menambah pengetahuan baru.

Pengembangan keterampilan itu ditopang fasilitas di Desa Gandusari, Magelang. PNM membentuk kampung binaan batik lengkap dengan tempat pelatihan membatik dan alat pengunci warna. Nasabah dilatih oleh trainer agar mampu memiliki tambahan keterampilan dari batik tradisional ke ecoprint dan dilanjutkan dengan pelatihan pewarnaan agar kualitas produk terjaga. Fasilitas ini juga dapat dimanfaatkan masyarakat sekitar yang bukan nasabah.

"Lewat klaster, para pembatik tidak lagi bekerja sendiri-sendiri. Mereka belajar bersama, memakai fasilitas bersama, dan saling membantu kalau ada kesulitan. Semangat gotong royong seperti inilah yang kami terapkan dalam pembinaan nasabah PNM secara berkelompok, karena kami yakin usaha yang dijalani bersama akan lebih mudah berkembang," tutur Kindaris. 

Klasterisasi ini menjadi bentuk dukungan PNM pada peringatan Hari Batik Nasional setiap 2 Oktober, saat batik Indonesia diakui UNESCO sebagai warisan budaya tak benda. Bagi PNM, merawat batik berarti memastikan para pembatiknya terus berdaya.

 #PNMuntukUMKM

#PNMPemberdayaanUMKM

(Anindita Trinoviana)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement