Pemanfaatan limbah cair menjadi biometana juga ditujukan untuk mengurangi pelepasan gas metana ke atmosfer. Proyek ini diperkirakan dapat menghindari emisi gas rumah kaca sekitar 28.000 ton setara karbon dioksida (tCO₂e) per tahun.
Chief Executive Officer sekaligus Direktur reNIKOLA Primer Satu, Amran Yusof mengatakan, perusahaan menargetkan pengembangan 40 fasilitas produksi biometana di Indonesia dalam dua hingga tiga tahun ke depan. Menurutnya, pengembangan tersebut akan dilakukan melalui kerja sama dengan Pertamina dan anak-anak perusahaannya.
“Kami berada di jalur yang tepat untuk mengembangkan 40 fasilitas produksi biometana di seluruh Indonesia dalam dua hingga tiga tahun ke depan,” ujar Amran, Senin (19/10/2026).
Indonesia memiliki potensi pengembangan biometana dari limbah industri kelapa sawit karena aktivitas pengolahan menghasilkan limbah cair yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku biogas. Pengolahannya menjadi gas terbarukan dapat memberikan nilai tambah ekonomi sekaligus membantu mengurangi emisi metana dari limbah.
Namun, realisasi manfaat tersebut bergantung pada kesiapan fasilitas pengolahan, keberlanjutan pasokan bahan baku, serta pelaksanaan proyek sesuai jadwal dan kapasitas yang direncanakan.
(Feby Novalius)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.