Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Prabowo Sentil Negara Hina RI soal Karhutla: Pada saatnya Kita Buka Perusahaannya

Achmad Al Fiqri , Jurnalis-Rabu, 21 Oktober 2026 |17:12 WIB
Prabowo Sentil Negara Hina RI soal Karhutla: Pada saatnya Kita Buka Perusahaannya
Prabowo Sentil Negara Hina RI soal Karhutla: Pada saatnya Kita Buka Perusahaannya (Foto: Tangkapan Layar)
A
A
A

JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto menyatakan, Pemerintah akan memgambil tindakan tegas terhadap koorporasi penyebab kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Bahkan, Prabowo bakal membuka data perusahaan negara luar yang suka menghina bangsa Indonesia.

Hal ini diungkapkan Prabowo saat membuka Sidang Kabinet Paripurna 2 Tahun Pertama Pemerintahan Kerja Nyata Untuk Negeri di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (21/10/2026). Ia minta Aparat Penegak Hukum (APH) untuk menindak pelaku karhutla. 

"Saya minta Kepolisian, Kejaksaan, Kementerian Kehutanan dibantu TNI, dibantu intelijen untuk selidiki, karena ternyata banyak korporasi-korporasi ikut bertanggung jawab," kata Prabowo.

Apalagi, kata Prabowo, rakyat menangkap berbagai oknum yang sengaja membakar hutan dan lahan. "Kita anggap ini adalah terorisme lingkungan. Ini adalah kejahatan terhadap kemanusiaan," ujar Prabowo.

Pasalnya, kata Prabowo, tindakan tersebut membahayakan kesehatan jutaan rakyat Indonesia. Untuk itu, Prabowo menyatakan, tindakan membakar hutan dan lahan tidak boleh dianggap ini remeh. 

"Kita akan sekarang masif menangani itu. Tapi kita juga akan mengusut sampai tuntas. Dan kali ini, maaf Kita tidak bisa lagi bertindak dengan biasa-biasa saja. Kalau buktinya sudah jelas kita akan bertindak, kita akan cabut semua izin perusahaan-perusahaan yang melanggar," tegas Prabowo.

"Dan bagi negara-negara tertentu yang suka menghina bangsa Indonesia pada saatnya kita akan buka perusahaan-perusahaannya," tambahnya.

 

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement