Untuk strategi jangka panjang, bank sentral mendorong penguatan sektor hulu melalui penerapan Good Agricultural Practices (GAP), penyediaan jaringan irigasi, serta pemanfaatan bibit unggul yang tahan terhadap perubahan iklim.
Ancaman El Niño ini mencuat di tengah tren kenaikan inflasi nasional. Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi tahunan (year-on-year) pada September 2026 mencapai 3,28 persen, naik dari 3,19 persen pada Agustus 2026.
Sementara itu, kelompok harga bergejolak (volatile food) mencatat inflasi sebesar 5,03 persen dengan andil 0,83 poin persentase.
“Inflasi volatile food di wilayah Sulampua mencapai 8,63 persen. Tekanan harga terutama berasal dari cabai rawit, cabai merah, tomat, bawang merah, beras, serta ikan cakalang dan tongkol,” ungkap Ricky.
Ia menambahkan, inflasi volatile food di wilayah Kalimantan juga mencapai 7,62 persen, terutama dipicu oleh komoditas beras.