Advertisement
Advertisement

Terungkap! Modus Pengoplosan Beras SPHP Jadi Premium

Tangguh Yudha , Jurnalis-Jum'at, 30 Oktober 2026 |13:58 WIB
Terungkap! Modus Pengoplosan Beras SPHP Jadi Premium
Pelaku diduga membeli beras SPHP melalui aplikasi resmi Klik SPHP sebelum mengemas ulang produk tersebut untuk dipasarkan sebagai beras premium. (Foto: Okezone.com)
A
A
A

JAKARTA – Perum Bulog mengungkap modus pengoplosan beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) menjadi beras premium. Pelaku diduga membeli beras SPHP melalui aplikasi resmi Klik SPHP sebelum mengemas ulang produk tersebut untuk dipasarkan sebagai beras premium.

Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menjelaskan, proses pembelian beras melalui aplikasi Klik SPHP sebenarnya telah dilakukan sesuai prosedur. Namun, beras yang dibeli tersebut diduga disalahgunakan oleh oknum pemilik Rumah Pangan Kita (RPK) yang merupakan mitra Bulog.

"Kami temukan oknum yang membeli beras tersebut melalui program Klik SPHP. Jadi, proses pembeliannya sesuai prosedur, ya. Proses pembeliannya melalui Klik SPHP sesuai prosedur," kata Rizal dalam konferensi pers, Kamis (29/10/2026).

Menurut Rizal, aplikasi Klik SPHP digunakan oleh RPK maupun pengecer pasar yang telah terdaftar dalam sistem Bulog. Setiap pembeli memiliki identitas yang tercatat di kantor Bulog, baik di tingkat daerah maupun pusat.

Data tersebut menjadi salah satu petunjuk bagi Bulog untuk mengidentifikasi pihak yang diduga melakukan pengemasan ulang beras SPHP di kawasan Matraman, Jakarta Timur.

Rizal mengatakan, pengungkapan kasus tersebut bermula dari informasi kepolisian mengenai praktik pengemasan ulang beras SPHP ke dalam kemasan 50 kilogram.

Menindaklanjuti informasi tersebut, Bulog langsung menelusuri lokasi kejadian untuk mengidentifikasi pihak yang terlibat. Penelusuran dilakukan dengan melacak nomor polisi truk yang digunakan untuk mengangkut beras tersebut.

"Jadi, setelah mendapatkan informasi dari Pak Kapolres, kami langsung ke TKP mendalami siapa oknumnya dan lain sebagainya, sampai kami mendapatkan nomor pelat mobil truk yang membawa beras tersebut. Dengan data nomor pelat mobil truk tersebut, kami telusuri ke kantor Bulog DKI," jelasnya.

Dari hasil penelusuran, Bulog menemukan rekaman kamera pengawas (CCTV) dan dokumen surat jalan yang mencatat aktivitas keluar masuk beras. Data tersebut kemudian dicocokkan dengan catatan pemasaran internal Bulog untuk mengidentifikasi pemilik RPK yang melakukan pembelian.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, Bulog berhasil mengidentifikasi seorang pemilik RPK berinisial RH. RH diketahui berprofesi sebagai wiraswasta dan terdaftar sebagai mitra RPK Bulog.

Tim Satuan Pengawasan Internal (SPI) Bulog kemudian mendatangi alamat RH di kawasan Duren Sawit, Jakarta Timur. Namun, RH tidak ditemukan di kediamannya karena rumah tersebut sedang dibongkar.

Bulog selanjutnya menghubungi RH melalui nomor telepon seluler yang tercatat dalam data perusahaan. Dengan bantuan kepolisian, Bulog kemudian melacak keberadaan RH hingga akhirnya berhasil menangkap yang bersangkutan.

"Setelah dicek ternyata yang bersangkutan tidak ada di rumah, dan rumahnya sedang dibongkar. Kemudian, dari nomor handphone yang kami miliki, kami hubungi yang bersangkutan. Setelah kami hubungi, kami tracking dengan teman-teman Polri. Alhamdulillah, oknum RH tersebut kami tangkap," ungkap Rizal.

(Feby Novalius)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement