Foto : Koran SI.
JAKARTA - PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) mempertahankan peringkat korporasi OCBC NISP, yaitu Id AA- dan Id A+ untuk Obligasi Sub Ordinasi II-2008 Bank OCBC NISP senilai Rp600 miliar.
Keputusan tersebut merupakan hasil evaluasi atas data dan informasi yang diberikan Bank OCBC NISP serta laporan keuangan audit per 31 Desember 2008 dan laporan keuangan tidak audit per 30 September 2009. Peringkat tersebut berlaku sejak 30 Desember 2009 sampai dengan 1 Januari 2011.
”Dengan evaluasi dan penilaian peringkat ini, kami berharap dapat memacu Bank OCBC NISP untuk terus meningkatkan efisiensi, kemampuan dalam memberikan pricing yang lebih kompetitif, peningkatan produktivitas dan kualitas kinerja yang semakin baik," ujar Presiden Direktur & CEO Bank OCBC NISP Parwati Surjaudaja, dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Selasa (12/1/2010).
Rating Korporasi Id AA- menunjukkan bahwa Bank OCBC NISP memiliki kemampuan yang kuat dibanding obligor Indonesia lainnya untuk memenuhi kewajiban finansial jangka panjangnya. Sementara rating Id A+ untuk Obligasi Sub Ordinasi II Bank OCBC NISP Tahun 2008 senilai Rp600 miliar menunjukan obligasi subordinasi tersebut memiliki dukungan kemampuan obligor yang kuat dibanding entitas Indonesia lainnya untuk memenuhi kewajiban finansial jangka panjangnya sesuai yang diperjanjikan.
Adapun pokok-pokok yang menjadi latar belakang penilaian Pefindo, yakni
1. Dukungan yang kuat dari OCBC Bank Singapura sebagai pemegang saham pengendali. Keberadaan OCBC Bank Singapura, yang dikenal memiliki franchise value yang kuat di segmen consumer dan SME (Small Medium Enterprise) di wilayah Asia Tenggara. OCBC NISP mampu menguasai 1,4 persen dari total aset industri perbankan.
Pada 2008, aset NISP tumbuh sebesar 18,2 persen mencapai Rp34,3 triliun dari Rp29,0 triliun di tahun 2007.
2. Kapitalisasi yang kuat. OCBC NISP mampu mempertahankan indikator permodalan yang baik dimana modal inti OCBC NISP terus bertambah melalui beberapa kali right issue dan akumulasi keuntungan untuk mempertahankan CAR pada tingkat yang kuat. Pada kuartal III-2009 dengan memperhitungkan risiko kredit dan risiko pasar, CAR OCBC NISP berada pada level 18,9 persen lebih tinggi dari CAR industri sebesar 17,8 persen.
Dengan indikator kapitalisasi yang kuat, OCBC NISP memiliki ruang yang cukup untuk menyerap potensi kerugian dari kredit bermasalah dan untuk mencapai pertumbuhan bisnis yang lebih tinggi.
3. Portofolio kredit dan pendanaan yang terdiversifikasi dengan baik. OCBC NISP memiliki komposisi kredit dan pendanaan yang cukup baik. OCBC NISP memiliki komposisi pinjaman yang diberikan kepada sektor korporasi, komersial atau retail dan consumer yang cukup seimbang.
Di sisi pendanaan, eksposur Bank terhadap time deposit secara bertahap telah menurun dari sebesar 64,6 persen dari total dana pihak ketiga di tahun 2006 menjadi 55,7 persen di tahun 2008 dan 45,4 persen di kuartal ke III-2009. Dengan perbaikan struktur dana pihak ketiga seperti ini, diharapkan profitabilitas bank akan membaik di masa datang. (rhs)