Foto: Koran SI
JAKARTA - Direktur Utama Andalan Artha Advisindo (AAA) Sekuritas Andri Rukminto mengakui jumlah investor yang memesan sukuk negara ritel 002 (SR-002) melalui perusahaannya diakui cukup banyak.
Kendati demikian, dia enggan menyebutkan berapa nilai pemesanan dan jumlah investor yang tercatat di perusahaan efek itu. "Memang cukup banyak yang berminat terhadap SR-002," kata dia, di Jakarta, kemarin.
Oleh karena itu, pihaknya telah mengajukan penambahan pemesanan sukuk tersebut kepada pemerintah. "Kami sudah menyampaikannya kepada pemerintah," imbuhnya.
Senada dengannya, Head of Dept Capital Market PT Trimegah Securities Tbk Agus Salim menuturkan, pihaknya juga berencana mengajukan penambahan pemesanan SR-002 jika permintaan instrumen itu terus meningkat. "Kalau demand makin banyak, kita akan upsize," ujarnya.
Pihaknya optimistis, target penjualan SR-002 sebesar Rp300 miliar akan segera tercapai. "Sekarang belum semua tapi karena minatnya cukup bagus, kita optimistis," imbuh dia.
Adapun untuk mencapai target perusahaan, pihaknya telah melakukan roadshow ke empat kota, seperti Solo, Surabaya, Palembang, dan Makassar.
Sementara itu, Direktur Utama PT Ciptadana Securities Ferry Budiman Tanja menuturkan, pihaknya baru akan mengajukan penambahan ke pemerintah jika permintaan pemesanan melebihi target perusahaan. "Target kami Rp400 miliar," ungkapnya.
Meski dia enggan menyebut nilai pemesanan tercatat, namun pemesanan SR-002 hingga kemarin masih di bawah target perusahaan. "Sekarang pemesanannya biasa saja, kami masih melakukan roadshow ke sejumlah daerah," imbuh dia.
Sekadar mengingatkan, masa penawaran SR-002 sudah dilakukan sejak 25 Januari dan berakhir 5 Februari 2010. Pencatatan di Bursa Efek Indonesia (BEI) akan dilakukan pada 11 Februari 2010.
SR-002 dipasarkan oleh 18 agen penjual dari perbankan maupun perusahaan sekuritas. Mereka adalah Bank Mandiri, Bank Negara Indonesia, Bank Syariah Mandiri, Citibank NA, Bank CIMB Niaga,The Hong Kong and Shanghai Banking Corporation, Bank International Indonesia, Bank Permata, Bank OCBC NISP, Standard Chartered Bank.
Kemudian adapula Trimegah Securities, Danareksa Sekuritas, Andalan Artha Advisindo Sekuritas, Bahana Securities, Ciptadana Securities, Sucorinvest Cantral Gani, Mega Capital Indonesia, dan Reliance Securities.
(J Erna/Koran SI/ade)