Foto: Koran SI
JAKARTA - Kursi lowong orang nomor satu di Bank Indonesia (BI) sampai kini masih menjadi sorotan media. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) masih memfinalisasi siapakah yang pantas menjabat pengganti Boediono tersebut.
"Kita sedang finalisasi masalah ini, tidak membicarakan soal itu," ujar Menurut Juru Bicara Kepresidenan Julian Aldrin Pasha, saat di wartawan di Istana Presiden, Jakarta, Rabu (10/2/2010).
Presiden SBY menganggap, posisi Gubernur BI sangatlah penting. Sehingga proses finalisasi akan diselesaikan dalam waktu dekat. Ketika disinggung mengenai jumlah calon yang dinilai layak untuk posisi Gubenur BI, dirinya enggan menjawab. "Secepatnya kita akan proses, intinya sedang dipertimbangkan nanti Pak Menko (Hatta Rajasa) yang akan memberikan penjelasan," katanya.
Kabarnya, Darmin Nasution yang saat ini menjabat sebagai Pjs Gubenur BI masih akan dipertahankan. Namun, Julian enggan memberikan pendapatnya. "Saya tidak bisa komentar, infonya nanti saja," ujarnya.
Sebelumnya, DPR mendesak Presiden SBY untuk segera merespons surat permintaan DPR mengenai calon Gubernur Bank Indonesia (BI). Adapun surat tersebut sudah disampaikan kepada Presiden sekira dua minggu yang lalu. "Kita sudah kirimkan surat dua minggu yang lalu, tapi belum ada respons," ujar Wakil Ketua Komisi XI DPR Markus Melchias Mekeng.
Kekosongan posisi Gubernur Bank Sentral yang cukup lama dan hanya diisi oleh pejabat sementara (Pjs) oleh deputi gubernur senior, dinilai sangat tidak arif dan terlalu riskan dalam mengambil keputusan dalam kondisi krisis. Harus secepatnya supaya BI lebih ditata lebih enak daripada sekadar Plt," tambahnya.
Dirinya pun mengaku tidak tahu menahu alasan Presiden yang membiarkan kekosongan posisi gubernur BI tersebut sangat lama. (Iman Rosidi/Trijaya/css)