Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Goodyear Patok Penjualan Tumbuh 15%

Whisnu Bagus , Jurnalis-Kamis, 29 April 2010 |19:27 WIB
Goodyear Patok Penjualan Tumbuh 15%
Ilustrasi. Foto: Corbis
A
A
A

BOGOR - PT Goodyear Indonesia Tbk (GDYR) menargetkan pertumbuhan penjualan 15 persen menjadi Rp1,41 triliun dibanding 2009 yang mencatat Rp1,292 triliun. Penjualan difokuskan untuk ban berkualitas tinggi di pasar global.

“Kami menargetkan peningkatan penjualan ban baru sebesar 15,2 persen,” kata Direkur Utama Goodyear Iriawan Ibarat, di sela peresmian perluasan pabrik di Bogor, Kamis (29/4/2010).

Dia mengatakan, Goodyear baru saja merampungkan perluasan pabrik dan peningkatan kapasitas produksi dengan biaya USD50 juta. Investasi tersebut jelas dia, lebih tinggi dari perkiraan awal sebesar USD31 juta.

Sumber pendanaannya menggunakan kombinasi kas internal dan pinjaman bank dari HSBC. “Penambahan investasi dari rencana sebelumnya memperlihatkan upaya penetrasi perseroan menggarap industri ini,” kata Iriawan.

Dia mengatakan, dengan perluasan pabrik,  produksi perseroan mencapai 12 ribu per hari dari sebelumnya 8.500 per hari. Dari total produksi tersebut, perseroan melakukan ekspor sekira 60 persen dan sisanya 40 persen di pasar domestik.

Selain itu, perluasan pabrik juga akan meningkatkan produksi ban radial sekira 65 persen dari sebelumnya di level 50 persen. “Kami akan meningkatkan mixing and spiral overlay equipment untuk ban-ban berkualitas tinggi, khususnya di pasar global,” katanya.

Presiden Goodyear Asia Pasifik Pierre E Cohade mengungkapkan, pabrik Goodyear Indonesia telah mengekspor produk ban berkualitas tinggi ke sekitar 52 negara. Bahkan, pabrik yang berlokasi di Bogor ini, menjadi salah satu dari tujuh pabrik Goodyear di dunia.

“Kontribusi Goodyear Indonesia cukup signifikan bagi Goodyear global,” kata Pierre tanpa menyebutkan secara rinci besaran dan nilai kontribusinya.

Wakil Kementerian Perindustrian Alex Retraubun mengatakan, pada 2009 produksi industri ban nasional mencapai 78 juta unit. Dari total produksi tersebut, sebanyak 50 juta unit memproduksi ban mobil dan 28 juta unit ban kendaraan roda dua.

Adapun nilai ekspor ban nasional mencapai USD1,2 miliar. “Khusus untuk mobil, sekira 70 persen dari total produksi diekspor,” kata Alex.

Menurut Alex, pertumbuhan industri ban nasional dari tahun ke tahun mencapai 10 persen per tahun. Secara umum, pertumbuhan indusri di sektor lebih besar dibandingkan rata-rata pertumbuhan kendaraan bermotor.

Kondisi ini merupakan peluang bagi produsen lokal agar pasar ban nasional tidak diambil produsen dari luar negeri. “Ini harus dimanfaatkan oleh produsen lokal,” katanya.

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement